Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Tren cakupan Inisiasi Menyusu Dini dan ASI Ekslusif di wilayah kerja Puskesmas Parongil, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. : Analisis Data Sekunder Tahun 2017-2020 Sinaga, Haripin Togap
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 16 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.996 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v16i2.1099

Abstract

Background. Pandemic of Covid-19 has claimed millions of human lives and affected all aspects of human life including the implementation of early initiation of breastfeeding (EBF) and exclusive breastfeeding (EBF) due to prolonged lockdown. Around two-thirds of infant death happened in neonatal age as the result of low practices the early initiation of breastfeeding and not exclusively breastfeed. Public health center has tasks to run health community program to reach the coverage of 50% EIBF and EBF. This study aimed to analyze the trend of prevalence of EIBF and EBF coverage from 2017 to 2020. Method. The study was a cross-sectional study using secondary data taken from Parongil Public Health Center, Dairi District. Data on the number of neonatal and babies aged 0-6 months and coverage EIBF and EBF were taken from the monthly report. Prior to processing the data, validation was conducted. Data was presented in the univariate table in frequency distribution and proportion. Trends of EIBF and EBF coverage were presented inline graphics. Results. The trend of prevalence of EIBF had been increasing from year 2017 to 2020 that was from 77.4% to 81.6% while EBF tended to decreasing from 45% to 40.0%. Pandemic Covid-19 might not have affected the coverage of EIBF and EBF. Factors of low education level worked as farmers, low income, low husband support, and no breastfeeding counselors were the main causes of low gaining of EBF.
Literatur review: Faktor penyebab rendahnya cakupan inisiasi menyusu dini dan pemberian ASI eksklusif Haripin Togap Sinaga; Marni Siregar
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 5, No 2 (2020): AcTion Vol 5 No 2 Tahun 2020
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v5i2.316

Abstract

Globally the coverage of early initiation breastfeeding (EIBF) and exclusive breastfeeding (EBF) still low. In Indonesia, the coverage of EIBF and exclusive breastfeeding was 52,8% and 37,3%. This study aimed to review what factors affected the target of EIBF and EBF. Method, the study was a literature review. Eleven scientific articles were critically reviewed based on objectives, methods, and results presented in the articles. The articles were written by Indonesian authors and published in indexed journals during the year 2015 to 2020. Three databases were used; SINTA, Google Scholar, and National Library to search the articles using keywords “Early Initiation Breastfeeding and Exclusive breastfeeding” Data were analyzed with the qualitative method by presenting a summary, compare and contrasting, and critics and opinion. Results, of eleven articles, three were qualitative studies with total respondents 22, 28, and 81 mothers and eight quantitative studies range respondent from 110 mothers to 300.000 household mothers.  There were six factors affecting EIBF and EBF coverage; 1) implementation of government regulation, 2) family support, 3) maternal education and occupation, 4) breastfeeding counseling, 5) pre-term babies and 6) local culture.  In conclusion, the main factors causing the low coverage of EIBF and EBF are government commitment, family support, mother's education and occupation, inactive breastfeeding counseling, babies born at term, and cultural factors.
Literature Review : Efektivitas Penggunaan Media Promosi Kesehatan Gizi Terhadap Pengetahuan dan Perubahan Pola Konsumsi Sayur dan Buah Pada Remaja Masith Dwilaxmi; Haripin Togap Sinaga
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 6 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4407.085 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v1i6.102

Abstract

Pada tahun 2015 , sebesar 65,2% remaja sering melewati waktu sarapan dan sebesar 75,7 % remaja sering mengkonsumsi makanan dengan bumbu penyedap. Pada tahun 2013, di Jawa Barat didapatkan 96,4% penduduk usia diatas 10 tahun kurang mengkonsumsi buah dan sayur serta mengalami peningkatan menjadi 98,2 % pada tahun 2018. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahuai efektivitas penggunaan media promosi kesehatan gizi terhadap pengetahuan dan perubahan pola konsumsi sayur dan buah pada remaja berdasarkan kajian pustaka dari artikel ilmiah yang terbit pada jurnal nasional terindeks. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Penelusuran literatur dilakukan dengan menggunakan database Google Scholar, PubMed, Plos One, Portal Garuda dan Sinta. Kata kunci yang digunakan pada penelusuran adalah pola konsumsi sayur dan buah pada remaja, atau kombinasi kata yang ada pada judul. Kriteria yang digunakan pada penelitian adalah Google Scholer, literatur atau artikel yang dipublikasikan antara tahun 2010-2020, full text,  Analisis data dilakukan melalui tiga tahap yaitu review, writing dan sintesis. Dari seluruh artikel yang ditelaah, didapatkan hasil yaitu 7 dari 10 literatur menyatakan bahwa terdapat media promosi kesehatan mengalami peningkatan yang signifikan (p<0,05) dan 3 diantaranya menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh promosi kesehatan gizi terhadap pola konsumsi sayur dan buah  yang signifikan (p>0,05) setelah diberi intervensi.
EFEKTIFITAS PENDIDIKAN GIZI DENGAN MEDIA KARTU PACU TUMBUH IBU HAMIL TERHADAP ASUPAN PROTEIN, Fe, VITAMIN B9, KADAR Hb DAN BERAT BADAN PADA IBU HAMIL Taqiyya Andini; Haripin Togap Sinaga
NUTRIENT Vol. 3 No. 1 (2023): Nutrient: Jurnal Gizi
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36911/nutrient.v3i1.1547

Abstract

Masalah kesehatan yang sering dihadapi ibu hamil diantaranya morning sickness dan hiperemesis yang berhubungan dengan proses fisiologi, yang sering sebagai penyebab Kurang Energi Kronis (KEK) dan anemia gizi. Penyebabnya karena masih rendahnya pengetahuan gizi ibu hamil tentang pertumbuhan janin dalam kandungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pendidikan gizi dengan media kartu pacu tumbuh ibu hamil terhadap asupan protein, zat besi, asam folat, kadar Hb dan kenaikan berat badan pada ibu hamil trimester 2 dan 3. Desain penelitian ini bersifat Quasi Experimental dengan rancangan pre and post test. Sampel dibedakan menjadi 2 kelompok pemberian intervensi dengan dan tanpa penyuluhan dengan menggunakan kartu pacu tumbuh ibu hamil dengan jumlah 12 orang pada kelompok kontrol dan 11 orang pada kelompok intervensi. Analisis data dilakukan dengan uji wilcoxon dengan data berdistribusi normal. Hasil penelitian dengan uji wilcoxon menunjukkan pada indikator asupan protein (p= 0,045), zat besi (p = 0,573), asam folat (p= 0,328), kadar Hb (p= 0,007) dan kenaikan berat badan (p= 0,033). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ada pengaruh pemberian pendidikan gizi dengan menggunakan kartu pacu tumbuh ibu hamil terhadap asupan protein, kadar Hb dan kenaikan berat badan pada kelompok intervensi. Pemberian pendidikan gizi dengan media kartu pacu tumbuh ibu hamil (kelompok intervensi) sebanyak 2 kali selama 30 menit dalam seminggu, didapati ibu hamil dengan asupan protein kurang berubah dari 91% menjadi 55%, pada indikator anemia berubah dari 64% menjadi 9% dan pada indikator kenaikan berat badan kurang dari 45% menjadi 18%.
LITERATURE REVIEW: MODEL PREDIKSI PERILAKU IBU SEBAGAI PENYEBAB STUNTING PADA BALITA Yuli Nilasari; Haripin Togap Sinaga
NUTRIENT Vol. 3 No. 1 (2023): Nutrient: Jurnal Gizi
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36911/nutrient.v3i1.1548

Abstract

Stunting merupakan suatu kondisi kekurangan gizi kronis disebabkan oleh kebutuhan gizi tidak terpenuhi dalam waktu yang lama. Jumlah stunting secara global pada tahun 2017 22,2% atau sekitar 150,8 juta anak berusia di bawah 5 tahun. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan bahwa sebanyak 30,8% anak balita Indonesia mengalami stunting, terdiri dari 19,3 % pendek dan 11,5 % sangat pendek. Tujuan penelitian untuk mengkaji model prediksi perilaku ibu sebagai penyebab stunting pada balita secara literature review. Metode yang digunakan literature review dengan mencari artikel di database Google Schoolar, Portal Garuda, DOAJ, dan PubMed pada tentang tahun 2016-2021. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa terdapat 4 artikel membehas pola asuh, 1 artikel membahas pendapatan, 1 artikel membahas sikap ibu, 1 arikel membahas keragaman pangan, 1 artikel membahas riwayat BBLR, 1 artikel membahas pemberian makan, 1 artikel membahas tekanan untuk makan, 1 artikel membahas faktor informasi, 1 artikel membahas pemberian ASI ekslusif, 1 artikel membahas kebersihan dan sanitasi lingkungan, dan 1 artikel membahas berat badan. Kesimpulan pada penelitian ini, perilaku ibu yang paling dominan adalah pola asuh. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah informasi mengenai perilaku ibu sebagai penyebab stunting pada balita. Kata Kunci: Perilaku Ibu, Stunting, Balita
ANALISIS FAKTOR IBU SEBAGAI PENYEBAB STUNTING PADA BADUTA DI DESA SELAYANG BARU KECAMATAN SELESAI Liza afsiah Seniati; Haripin Togap Sinaga; Efendi Selamat Nainggolan; Abdul Hairuddin Angkat
NUTRIENT Vol. 3 No. 1 (2023): Nutrient: Jurnal Gizi
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36911/nutrient.v3i1.1551

Abstract

Stunting (pendek) adalah kondisi dimana kegagalan untuk mencapai perkembangan fisik yang diukur berdasarkan tinggi badan atau panjang badan menurut umur dengan nilai Z-score <-2 SD. Faktor dari ibu juga dapat yang menyebabkan stunting diantaranya adalah tinggi badan ibu gangguan mental pada ibu, jarak kelahiran yang terlalu dekat, kehamilan remaja, hipertensi. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor faktor dari ibu sebagai penyebab stunting pada baduta. Metode desain penelitian ini bersifat observasional analitik dan rancangan yang digunakan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 37 ibu yang mempunyai baduta. Pengukuran tinggi ibu menggunakan microtoise sedangkan pada baduta menggunakan papan ukur setelah itu ibu diberikan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak hubungan tinggi badan ibu dengan kejadian stunting dengan p-value 0.596, tidak ada hubungan usia saat hamil dengan kejadian stunting dengan p-value 0.811, tidak ada hubungan usia kehamilan dengan kejadian stunting dengan p-value 0.347 dan tidak ada hubungan jarak kelahiran dengan kejadian stunting dengan p-value 0.415. Kesimpulan tidak ada hubungan tinggi badan ibu,usia saat hamil,usia kehamilan,dan jarak kelahiran dengan kejadian stunting pada baduta. Kata kunci : Faktor ibu, Stunting, Baduta
MODEL PREDIKSI PENYEBAB ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 1 KOTA TANJUNGBALAI Ratna Zuliandri; Haripin Togap Sinaga; Bernike Doloksaribu; Riris Oppusunggu
NUTRIENT Vol. 3 No. 1 (2023): Nutrient: Jurnal Gizi
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36911/nutrient.v3i1.1558

Abstract

Anemia adalah keadaan kadar hemoglin pada seseorang tidak normal atau kurang, Faktor penyebab terjadinya anemia adalah kurangnya asupan zat besi dalam tubuh.Sedangkan faktor faktor lain yang berhubungan yaitu pendidikan orang tuanya, pengetahuan remaja terhadap anemia , pola konsumsi , pola menstruasi , serta kejadian infeksi pada remaja putri. Tujuan : Penelitian ini bertujuan Mengetahui model prediksi remaja putri yang menyebabkan terjadinya anemia . Metode : Desain penelitian ini bersifat observasional analitik dan rancangan yang digunakan cross sectional . Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling sampel yang di gunakan dalam penelitian ini remaja putri sebanyak 35 org yang mana di periksa kadar Hb nya terdahulu menggunakan metode digital homeque dengan merk Easy touch, dan kuesioner. analisis yang di gunakan Multivariate untuk melihat variabel dominan dalam penelitian ini. Hasil penelitian : Penyebab paling dominan yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Kota Tanjungbalai adalah variabel pola menstruasi dengan OR 24.715 dan nilai Value p=0.003 (<0.05). Kesimpulan : Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyebab anemia paling dominan adalah pola menstruasi. Kata kunci : Anemia, Remaja putri, prediksi penyebab
Using School Meal Report in improving the performance of school children meal at PAUD Bintang Harapan, Tanjung Morawa, North Sumatera Haripin Togap Sinaga
Jurnal Abdi Masyarakat (JAM) Vol 9, No 1 (2023): JAM (Jurnal Abdi Masyarakat)-September 2023
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jam.v9i1.21622

Abstract

At the age of  0 to 6 year is a period of growth acceleration and development. To achieve growth and development maturation, optimal nutrition is needed (Maisuari, 2022). To meet the optimal nutritional for school children needs better food supplies in school meand or breakfast               In this community service activities, the team designed the school meal report book for scoring the performance of school meal.The food report book is a communication media between teaches and parents on children school food. This book contains seven item to measures, namely 1) type of foods, 2) type of nutritent, 3) processing, 4) meal serving, 4) consumption, 5) consumption, 6) drinks and 7) meal box Every day teachers observe meals dan giving scoring. Number of children used meal report book is 60 children from five classes. Each children have one meal report book. The activities of using meal report book is six weeks. Each item of meal performance was scored into three categories;  6, 8 and 10. Example if  types of foods only 1 or 2 types such as rice and fish it is scored 6. If 3- 4 types it is scored 8 and if more than 4 types the scoe is 10After six weeks using the meal report book, there were positive changes in several items of food performance.Among seven items of food performance, the average score of serving and type of drinks (7.0) are lower than other items. In week 2, five among seven items had low score. Only consumption and meal box had higher scores. This trend of scores also happened in week 3 and week 4. In week 5 and 6, only the score of drinks was low (7.5), while other variable had higher scores; types of foods 7.9, servings 7.9, types of nutrient 7.9 and score for consumption was the highest 9.0.Introducing meals report can affect the performance of school meals in processing, serving and nutrient contents
Pengaruh Pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan Penyuluhan (PMT-P) Terhadap Pola Makan Dan Status Gizi Pada Balita (12-59 Bulan) Di Bakaran Batu Sartika Simanjuntak; Haripin Togap Sinaga
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 6 Nomor 4 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v6i4.252

Abstract

Indonesia is a developing country that has complex problems, especially regarding nutrition. Based on SSGI results (2021), Deli Serdang Regency has (underweight) 11.30% and 9.5% (wasted). The consequences of malnutrition have an impact on the growth and development of children under five, causing malnutrition and stunting. Therefore, the government's efforts to overcome nutritional problems by issuing Law No. 36 of 2009 concerning Health articles 170 and 171. Prevention efforts are carried out through growth monitoring at posyandu while toddlers who have nutritional problems are followed up with a supplementary feeding program (PMT). This study aims to assess the effect of PMT Extension on eating patterns and nutritional status before giving additional food as reference material for information regarding PMT Extension which is popular with toddlers at the Community Health Center and Village in Bakaran Batu. The method used in this research is primary data collected directly by researchers and secondary data to complete research needs obtained from Posyandu in Bakaran Batu Dusun 4 and 5. This type of research is Quasi Experimental with a one group pre and post test design. The population in the study were all toddlers who attended Posyandu Wijaya Kesuma Dusun 4 and 5 with a sample of 30 people
HUBUNGAN FAKTOR SOSIODEMOGRAFI DAN POLA MAKAN TERHADAP STATUS GIZI BALITA DI DESA BAKARAN BATU KAB. DELI SERDANG Meilini, Iren; Khairunnisa, Khairunnisa; Sinaga, Haripin Togap
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i2.420

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Masalah gizi ganda berupa gizi kurang dan gizi lebih masih menjadi tantangan nyata di negara berkembang, termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor sosiodemografi dan pola makan dengan status gizi balita di Desa Bakaran Batu.Metode : Menggunakan metode analisis deskriptif dengan rancangan cross sectional, penelitian ini melibatkan 40 balita sebagai sampel. Pengumpulan data dilakukan dari Juni 2023 hingga April 2024.Hasil : Analisis data menggunakan uji Chi-square dan uji multivariat.Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pendidikan ibu (p=0,001), jumlah anak (p=0,001), pendapatan keluarga (p=0,001), jumlah makanan (p=0,001), dan frekuensi makan (p=0,001) dengan status gizi balita. Namun, tidak ditemukan hubungan antara umur ibu (p=0,970) dan pekerjaan ibu (p=0,850) dengan status gizi balita. Analisis multivariat mengidentifikasi lima variabel yang mempengaruhi status gizi balita, dengan pengetahuan ibu sebagai faktor yang paling berpengaruh (p=0,012).Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor sosiodemografi dan pola makan memiliki peran penting dalam status gizi balita, dengan pengetahuan ibu sebagai faktor kunci. Temuan ini menekankan pentingnya edukasi gizi bagi ibu dalam upaya meningkatkan status gizi balita.Kata Kunci: Faktor Sosiodemografi, Pola Makan, Pengetahuan Ibu, Status Gizi Balita  ABSTRACTBackground : The dual nutritional problem of undernutrition and overnutrition is still a real challenge in developing countries, including Indonesia. This study aims to determine the relationship between sociodemographic factors and eating patterns and the nutritional status of toddlers in Bakaran Batu Village.Methods : Using descriptive analysis methods with a cross sectional design, this research involved 40 toddlers as samples. Data collection was carried out from June 2023 to April 2024. Data analysis used the Chi-square test and multivariate test. Results : The results showed a significant relationship between maternal education (p=0.001), number of children (p=0.001), family income (p=0.001 ), amount of food (p=0.001), and frequency of eating (p=0.001) with the nutritional status of toddlers. However, no relationship was found between maternal age (p=0.970) and maternal occupation (p=0.850) with the nutritional status of toddlers. Multivariate analysis identified five variables that influence the nutritional status of toddlers, with maternal knowledge as the most influential factor (p=0.012). Conclusion: This study concludes that sociodemographic factors and dietary patterns have an important role in the nutritional status of toddlers, with maternal knowledge as a key factor. These findings emphasize the importance of nutritional education for mothers in an effort to improve the nutritional status of toddlers. Keywords: Sociodemographic Factors, Diet, Mother's Knowledge, Nutritional Status of Toddlers