Salah satu keanekaragaman hayati yang dapat dibanggakan Indonesia adalah serangga dimana lebah madu kelulut termasuk hewan serangga bersayap, sebagai penghasil madu yang telah lama dikenal manusia. Pembudidayaan madu kelulut memberikan dampak yang baik terhadap perekonomian masyarakat yang mengelolanya dimana permintaan madu akhir-akhir ini meningkat secara signifikan, terutama di masa pandemi Covid-19. Kondisi lingkungan yang terdapat di Pondok Pesantren Miftahul Ulum masih belum diketahui apakah sudah bagus untuk dilakukan pembudidayaan lebah kelulut. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis perbedaan iklim mikro (suhu, kelembapan dan intensitas cahaya) pada pagi (08.00-09.00 WITA), siang (12.00-13.00 WITA) dan sore (16.00-17.00 WITA) hari terhadap aktifitas lebah kelulut serta menentukan korelasinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan analisis korelasi bivariat dengan Uji Pearson dan analisis korelasi. Hasil dari penelitian ini yaitu jumlah individu lebah madu kelulut yang beraktifitas tertinggi ditemukan pada siang hari dan terendah pada sore hari dimana suhu yang diperlukan pada aktivitas lebah kelulut berkisar 26,7 oC – 32,4 oC yang memiliki korelasi 0,6558 dimana arah trendline mengarah ke atas sehingga memiliki hubungan yang positif, kelembapan udara di sekitar habitat kelulut berkisar antara 68 – 99% dengan nilai korelasi dimana hubungan antara kelembapan dan aktivitas lebah kelulut berbanding terbalik atau negatif, berpengaruh agak lemah, dan memiliki interpretasi yang lemah, serta intensitas cahaya di habitat kelulut berkisar antara 123 – 1087 Lux dengan Hubungan korelasi antara intensitas cahaya dan aktivitas lebah kelulut bernilai 0.3046 yang memiliki hubungan berbanding terbalik atau negatif yang lemah dimana tidak memberikan dampak signifikan antara keduanya
Copyrights © 2026