Jurnal Sylva Scienteae
Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 1 Edisi Februari 2026

KOMUNITAS ANTAR TUMBUHANAN OBAT DI DAERAH TEPIAN SUNGAI KAWASAN HUTAN DENGAN TUJUAN KHUSUS MANDIANGIN

Taufik, Muhammad Rafiyadi (Unknown)
Peran, Setya Budi (Unknown)
Rudy, Gusti Syeransyah (Unknown)



Article Info

Publish Date
28 Feb 2026

Abstract

Tumbuhan obat merupakan salah satu produk hasil hutan bukan kayu yang disediakan alam yang dipercayai dan diketahui masyarakat berkhasiat sebagai obat, namun tumbuhan obat ini sering diabaikan karena dianggap tidak memiliki nilai ekonomi karena hanya berupa semak atau rerumputan dan tidak semua masyarakat mengetahui khasiat tumbuhan obat tersebut. Beberapa tumbuhan obat juga memiliki nilai ekonomi yang dimanfaatkan masyarakat guna peningkatan kesejahteraannya (Limbong et al., 2016). Bagian tumbuhan herba yang digunakan untuk obat-obatan adalah akar, umbi, batang, daun, pucuk, bunga, dan buah. Bagian tersebut ada yang dapat langsung digunakan sebagai obat dan ada pula yang harus melalui proses pengolahan (Sari, 2010). Metode penelitian ini dilakukan dengan membuat petak pengamatan tunggal di sepanjang tepi sungai dengan cara bertingkat yaitu (2m×2m), (5m×5m), (10m×10m) dan (20m×20m). Pada setiap tingkat petak pengukuran tersebut dicatat semua spesies tumbuhan yang ditemui mulai dari tingkat semai, pancang, tiang hingga tingkat pohon. Jumlah individu secara kumulatif dihitung untuk setiap spesies tumbuhan pada tiap strata tersebut. Khusus untuk tingkat pohon diukur pula diameter batang pohon setinggi dada dengan menggunakan pita diameter. Berdasarkan hasil identifikasi dan determinasi tumbuhan obat yang telah dilakukan di sepanjang tepi sungai Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Mandiangin, menunujukkan jumlah jenis semai yang ditemukan pada tepi sungai sebanyak 11 jenis tumbuhan dengan 11 jenis nama ilmiah dan 8 famili. Dari tabel ini jika diambil 3 jenis dengan jumlah individu tertinggi secara berurutan maka yang pertama adalah Sampai ringan dengan 115 individu, lalu Pilak dengan 43 individu dan Paikat laki dengan 28 individu. Untuk jenis Rahwana dan Tampar badak memiliki jumlah yang sama yaitu ditemukan dengan jumlah 2 individu, sedangkan jenis Kirinyuh hanya ditemukan dengan jumlah 1 individu saja. Jenis ini menjadi jumlah jenis individu yang terendah. Berdasar pada jumlah dan populasi tumbuhan bawah yang bermanfaat obat maka Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Mandiangin mempunyai potensi untuk dimanfaatkan terutama dari 4 spesies tumbuhan yang populasinya tinggi.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jss

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Environmental Science

Description

Jurnal Sylva Scienteae merupakan jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian di bidang kehutanan, meliputi Teknologi Hasil Hutan, Manajemen Hutan, Budidaya Hutan, dan Konservasi Hutan. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Terbit pertama kali di bulan Agustus ...