p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Sylva Scienteae
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Correlation Analysis of Vegetation Density (VD) with the Level of Vegetation Covery Density in Forest Areas for Special Objectives Lambung Mangkurat University Busthami, Yazid; Peran, Setya Budi; Jauhari, Ahmad
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i1.11436

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan, yaitiu; (1) Menganalisis korelasi data Normalize Difference Vegetation Indeks (NDVI) dengan luas kerapatan tajuk di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM); (2) Menganalisis korelasi Vegetation Densitiy (VD) dengan nilai kerapatan tajuk raster di KHDTK ULM. Penentuan titik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling berdasarkan Peta Normalize Difference Vegetation Indeks (NDVI) dengan kelas penutupan lahan berupa hutan sekunder dan ukuran petak ukur 10x10 m2 tingkat tiang dan 20x20 m2 untuk tingkat pohon, dengan data yang diambil berupa lebar tajuk melalui pengukuran diameter/jari-jari tajuk vegetasi. Hasil dari penelitian ini yaitu persamaan antara nilai Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dengan luas kerapatan tajuk dalam plot 20x20 m2 mendapatkan persamaan dengan y = 0,5327x - 0,176, dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,7159 yang memiliki arti bahwa nilai variabel (x) tersebut mempunyai pengaruh 71% dan nilai koefisien korelasi (r) 0,8461 mengartikan hubungan antara Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dengan luas kerapatan tajuk dalam plot 20x20 m2 sangat kuat dan persamaan antara nilai Vegetatio Density (VD) dengan Kerapatan tajuk raster menghasilkan y = 0,6851x + 0,0076, dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,9146 yang memiliki arti bahwa nilai variabel (x) tersebut mempunyai pengaruh 91% dan nilai Koefisien Korelasi (r) 0,956347 mengartikan hubungannya sangat kuat. Oleh karena itu, penggunaan citra Vegetation Density (VD) dapat dijadikan informasi yang cukup valid terhadap data kerapatan tajuk vegetasi pada suatu area dan dapat dijadikan informasi tambahan sebelum melakukan pengambilan data di lapangan
KOMUNITAS ANTAR TUMBUHANAN OBAT DI DAERAH TEPIAN SUNGAI KAWASAN HUTAN DENGAN TUJUAN KHUSUS MANDIANGIN Taufik, Muhammad Rafiyadi; Peran, Setya Budi; Rudy, Gusti Syeransyah
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i1.10919

Abstract

Tumbuhan obat merupakan salah satu produk hasil hutan bukan kayu yang disediakan alam yang dipercayai dan diketahui masyarakat berkhasiat sebagai obat, namun tumbuhan obat ini sering diabaikan karena dianggap tidak memiliki nilai ekonomi karena hanya berupa semak atau rerumputan dan tidak semua masyarakat mengetahui khasiat tumbuhan obat tersebut. Beberapa tumbuhan obat juga memiliki nilai ekonomi yang dimanfaatkan masyarakat guna peningkatan kesejahteraannya (Limbong et al., 2016). Bagian tumbuhan herba yang digunakan untuk obat-obatan adalah akar, umbi, batang, daun, pucuk, bunga, dan buah. Bagian tersebut ada yang dapat langsung digunakan sebagai obat dan ada pula yang harus melalui proses pengolahan (Sari, 2010). Metode penelitian ini dilakukan dengan membuat petak pengamatan tunggal di sepanjang tepi sungai dengan cara bertingkat yaitu (2m×2m), (5m×5m), (10m×10m) dan (20m×20m). Pada setiap tingkat petak pengukuran tersebut dicatat semua spesies tumbuhan yang ditemui mulai dari tingkat semai, pancang, tiang hingga tingkat pohon. Jumlah individu secara kumulatif dihitung untuk setiap spesies tumbuhan pada tiap strata tersebut. Khusus untuk tingkat pohon diukur pula diameter batang pohon setinggi dada dengan menggunakan pita diameter. Berdasarkan hasil identifikasi dan determinasi tumbuhan obat yang telah dilakukan di sepanjang tepi sungai Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Mandiangin, menunujukkan jumlah jenis semai yang ditemukan pada tepi sungai sebanyak 11 jenis tumbuhan dengan 11 jenis nama ilmiah dan 8 famili. Dari tabel ini jika diambil 3 jenis dengan jumlah individu tertinggi secara berurutan maka yang pertama adalah Sampai ringan dengan 115 individu, lalu Pilak dengan 43 individu dan Paikat laki dengan 28 individu. Untuk jenis Rahwana dan Tampar badak memiliki jumlah yang sama yaitu ditemukan dengan jumlah 2 individu, sedangkan jenis Kirinyuh hanya ditemukan dengan jumlah 1 individu saja. Jenis ini menjadi jumlah jenis individu yang terendah. Berdasar pada jumlah dan populasi tumbuhan bawah yang bermanfaat obat maka Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Mandiangin mempunyai potensi untuk dimanfaatkan terutama dari 4 spesies tumbuhan yang populasinya tinggi.