Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi guru dan siswa terhadap literasi digital di sekolah dasar serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya. Metode yang digunakan adalah observasi kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik guru maupun siswa memiliki persepsi positif terhadap literasi digital. Guru melihatnya sebagai bagian penting dalam pembelajaran abad 21, sementara siswa menunjukkan antusiasme terhadap penggunaan teknologi dalam belajar. Namun, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, rendahnya budaya literasi, serta kurangnya pelatihan dan keterlibatan orang tua masih menjadi kendala utama. Oleh karena itu, diperlukan sinergi berbagai pihak untuk memperkuat implementasi literasi digital secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025