Ketidaktepatan dalam perencanaan bahan baku dapat menyebabkan overstock atau kekurangan stok, yang berdampak pada meningkatnya biaya dan terganggunya produksi. PT. X menghadapi tantangan serupa karena belum sepenuhnya mengimplementasikan sistem perencanaan material berbasis data. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas tiga metode lot sizing Economic Order Quantity (EOQ), Period Order Quantity (POQ), dan Least Unit Cost (LUC) dalam sistem Material Requirement Planning (MRP) guna menentukan metode optimal dalam pengadaan bahan baku. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan mengintegrasikan data hasil peramalan bulanan ke dalam sistem MRP, kemudian membandingkan masing-masing metode berdasarkan total biaya dan frekuensi pemesanan. Hasil menunjukkan bahwa LUC memberikan total biaya terendah sebesar Rp19,70 miliar, diikuti POQ Rp20,24 miliar dan EOQ Rp20,84 miliar. Integrasi MRP dan lot sizing terbukti efektif untuk mengoptimalkan pengadaan bahan baku.
Copyrights © 2026