Jurnal Pembelajaran dan Ilmu Pendidikan
Vol 5 No 4 (2025): Volume 5, Nomor 4, 2025

Analisis Spasial Budidaya Lebah Galo-Galo untuk Pengembangan Potensi di Nagari Bukit Kandung Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok

Ranjani, Irfan (Unknown)
Dasrizal, Dasrizal (Unknown)
Zella Putra Ulni, Arie (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Nov 2025

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui dan menganalisis sebaran budidaya galo-galo di Nagari Bukit Kandung Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok, (2) untuk mengetahui dan menganalisis keterjangkauan budidaya galo-galo di Nagari Bukit Kandung Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok, (3) untuk mengetahui dan menganalisis potensi pengembangan budidaya galo-galo di Nagari Bukit Kandung Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini Adalah deskriptif Kuantitatif spasial. Populasi dalam penelitian ini adalah wilayah yang terdapat budidaya lebah galo-galo di Nagari Bukit Kandung Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat. Dalam penelitian ini menggunakan total sampling dengan sampel seluruh wilayah di Nagari Bukit Kandung Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat. Hasil dari penelitian ini menunjukan 1). Sebaran Budidaya Lebah Galo-Galo diketahui bahwa terdapat 26 pembudidaya lebah madu di Nagari yang tersebar di 5 jorong, yaitu Jorong Mudik terdapat 17 pembudidaya, Jorong Sopan Balai terdapat 4 pembudidaya, Jorong Sawah Kasik terdapat 2 pembudidaya, Jorong Datar terdapat 2 pembudidaya, dan Jorong Penjalangan terdapat 1 pembudidaya. Jorong Mudik merupakan wilayah dengan jumlah stup terbanyak, yaitu sebanyak 150 stup. Jorong Sopan Balai dengan jumlah 93 stup, dan Jorong Datar sebanyak 10 stup. Jorong Sawah Kasik memiliki 14 stup, dan Jorong Penjalangan memiliki 10 stup. 2). Keterjangkauan Budidaya Lebah Galo-Galo diketahui bahwa di Jorong Datar, total luas lahan yang tercakup sebesar 72,89 hektar dengan hutan seluas 38,72 hektar, sementara di Jorong Mudik mencapai 403,95 hektar dengan hutan seluas 335,19 hektar di Jorong Penjalangan, luas keterjangkauan mencapai 92,83 hektar dengan hutan seluas 61,98 hektar, dan di Jorong Sawah Kasik seluas 46,29 hektar dengan hutan 32,80 hektar di Jorong Sopan Balai, total keterjangkauan sebesar 113,28 hektar dengan hutan seluas 56,97 hektar. 3). Potensi Pengembangan Budidaya Lebah Galo-Galo menunjukkan variasi pemanfaatan lahan budidaya antar jorong untuk mengetahui potensi pengembangan di Nagari Bukit Kandung . Dua jorong tergolong tinggi, dua sedang, dan satu rendah. Kategori Tinggi Sawah Kasik dan Mudik. Kategori Sedang Jorong Datar dan Sopan Balai Wilayah dengan pemanfaatan lahan cukup aktif namun masih memiliki ruang pengembangan. Kategori Rendah Jorong Penjalangan Wilayah dengan pemanfaatan lahan budidaya yang masih sangat rendah

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jpip

Publisher

Subject

Education Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences Other

Description

Jurnal ini mempublikasikan hasil penelitian tentang kependidikan dasaran dengan berbagai topik kajian (sains, sosial, matematika, kewarganegaraan, bahasa, seni, budaya, agama, keolahragaan, teknologi, lingkungan, belajar dan pembelajaran, perangkat pembelajaran, media pembelajaran, model, ...