Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MANUFACTURING COCONUT SHELL CHARCOAL BRICKETS AND SUGAR CANE AS ALTERNATIVE FUEL mulyani, sartika; hayati, wilda; silvia, mega; sumayasa, karel; ranjani, irfan; trisna, silvi
JRFES (Jurnal Riset Fisika Edukasi dan Sains) Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Riset Fisika Edukasi dan Sains
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jrfes.2024.v11i1.8350

Abstract

Pemanfaatan tempurung kelapa dan ampas tebu sebagai bahan baku utama pembuatan briket memiliki potensi besar sebagai bahan bakar alternatif. Briket merupakan arang dengan bentuk tertentu yang dihasilkan melalui proses pemampatan dengan penambahan sejumlah perekat tertentu. Pemanfaatan briket sebagai bahan bakarĀ  mampu menghasilkan kalor dengan sedikit asap yang ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komposisi arang ampas tebu dan arang tempurung kelapa serta jenis perekat terhadap karakteristik briket. Variabel yang digunakan pada penelitian ini yaitu rasio massa arang tempurung kelapa terhadap arang ampas tebu (90:10, 80:20, 70:30, 60:40 dan 50: 50) dengan jenis perekat briket berupa tepung tapioka. Tahapan penelitian pembuatan briket ini meliputi persiapan bahan baku, karbonisasi, pembriketan dan analisa produk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik briket terbaik terdapat pada briket dengan perekat tepung tapioka dan komposisi arang ampas tebu terhadap arang tempurung kelapa. Karakteristik briket yang terbaik yaitu untuk nilai kalor terbesar terdapat pada perbandingan 60:40 yaitu sebesar 5.663 kal/gr sedangkan untuk ketahanan pada saat pembakaran terdapat pada perbandingan 90:10 yaitu 2 jam 15 menit.Kata kunci : Tempurung kelapa, ampas tebu, briket, karbonisasi
Analisis Spasial Budidaya Lebah Galo-Galo untuk Pengembangan Potensi di Nagari Bukit Kandung Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok Ranjani, Irfan; Dasrizal, Dasrizal; Zella Putra Ulni, Arie
Jurnal Pembelajaran dan Ilmu Pendidikan Vol 5 No 4 (2025): Volume 5, Nomor 4, 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jpip.v5i4.2208

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui dan menganalisis sebaran budidaya galo-galo di Nagari Bukit Kandung Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok, (2) untuk mengetahui dan menganalisis keterjangkauan budidaya galo-galo di Nagari Bukit Kandung Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok, (3) untuk mengetahui dan menganalisis potensi pengembangan budidaya galo-galo di Nagari Bukit Kandung Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini Adalah deskriptif Kuantitatif spasial. Populasi dalam penelitian ini adalah wilayah yang terdapat budidaya lebah galo-galo di Nagari Bukit Kandung Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat. Dalam penelitian ini menggunakan total sampling dengan sampel seluruh wilayah di Nagari Bukit Kandung Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat. Hasil dari penelitian ini menunjukan 1). Sebaran Budidaya Lebah Galo-Galo diketahui bahwa terdapat 26 pembudidaya lebah madu di Nagari yang tersebar di 5 jorong, yaitu Jorong Mudik terdapat 17 pembudidaya, Jorong Sopan Balai terdapat 4 pembudidaya, Jorong Sawah Kasik terdapat 2 pembudidaya, Jorong Datar terdapat 2 pembudidaya, dan Jorong Penjalangan terdapat 1 pembudidaya. Jorong Mudik merupakan wilayah dengan jumlah stup terbanyak, yaitu sebanyak 150 stup. Jorong Sopan Balai dengan jumlah 93 stup, dan Jorong Datar sebanyak 10 stup. Jorong Sawah Kasik memiliki 14 stup, dan Jorong Penjalangan memiliki 10 stup. 2). Keterjangkauan Budidaya Lebah Galo-Galo diketahui bahwa di Jorong Datar, total luas lahan yang tercakup sebesar 72,89 hektar dengan hutan seluas 38,72 hektar, sementara di Jorong Mudik mencapai 403,95 hektar dengan hutan seluas 335,19 hektar di Jorong Penjalangan, luas keterjangkauan mencapai 92,83 hektar dengan hutan seluas 61,98 hektar, dan di Jorong Sawah Kasik seluas 46,29 hektar dengan hutan 32,80 hektar di Jorong Sopan Balai, total keterjangkauan sebesar 113,28 hektar dengan hutan seluas 56,97 hektar. 3). Potensi Pengembangan Budidaya Lebah Galo-Galo menunjukkan variasi pemanfaatan lahan budidaya antar jorong untuk mengetahui potensi pengembangan di Nagari Bukit Kandung . Dua jorong tergolong tinggi, dua sedang, dan satu rendah. Kategori Tinggi Sawah Kasik dan Mudik. Kategori Sedang Jorong Datar dan Sopan Balai Wilayah dengan pemanfaatan lahan cukup aktif namun masih memiliki ruang pengembangan. Kategori Rendah Jorong Penjalangan Wilayah dengan pemanfaatan lahan budidaya yang masih sangat rendah