Latar belakang. Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat badan <2500 gr. Kondisi BBLR merupakan salah satu indikator penting yang berkontribusi terhadap tingginya angka morbiditas dan mortalitas bayi.Tujuan. Mengetahui determinan faktor risiko pada ibu terhadap kejadian bayi BBLR di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA).Metode. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain case control. Sampel terdiri dari ibu yang melahirkan bayi BBLR cukup bulan sebagai kelompok kasus dan ibu yang melahirkan bayi dengan berat badan lahir normal cukup bulan sebagai kelompok kontrol. Penelitian dilakukan pada Oktober–November 2025 menggunakan data sekunder rekam medis ibu dan bayi periode 2023–2025 yang dikumpulkan secara retrospektif. Pengambilan sampel menggunakan metode consecutive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Faktor risiko yang diteliti meliputi kualitas dan frekuensi ANC, usia ibu, paritas, preeklamsia, status gizi, riwayat asma, serta paparan asap rokok ibu selama kehamilan. Analisis data menggunakan regresi logistik biner dan berganda.Hasil. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat pengaruh antara kualitas ANC ibu (p=0,035; OR=2,3), frekuensi ANC ibu (p=0,015; OR=2,9), paritas ibu (p=0,036; OR=2,29), preeklamsia ibu (p=0,031; OR=4,35), status gizi ibu (p=0,044; OR=2,64) dan status paparan asap rokok pada ibu (p=0,043; OR=2,34) terhadap kejadian bayi BBLR. Hasil analisis mutivariat menunjukkan status paparan asap rokok pada ibu merupakan faktor risiko determinan terhadap kejadian bayi BBLR (p=0,041; OR=2,664) Kesimpulan. Terdapat pengaruh antara kualitas ANC, frekuensi ANC, paritas, preeklamsia, status gizi, dan status paparan asap rokok pada ibu terhadap kejadian bayi BBLR di RSUDZA. Determinan faktor risiko pada ibu terhadap kejadian bayi BBLR di RSUDZA adalah paparan asap rokok pada ibu selama kehamilan.
Copyrights © 2026