Kebisingan merupakan polusi suara yang berdampak negatif terhadap kesehatan dan kenyamanan masyarakat, terutama di wilayah sekitar aktivitas industri seperti tambang pasir. Penelitian ini menganalisis tingkat gangguan akibat aktivitas tambang pasir di Jalan F. Kalasuat, Sorong, Papua Barat Daya, yang menggunakan alat konstruksi alkon sebagai sumber gangguan utama. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, pengukuran gangguan dengan sound level meter, dan kuesioner untuk mengukur persepsi masyarakat terhadap tingkat gangguan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai tingkat kebisingan dan pengaruh kebisingan akibat Pertambangan Pasir Jalan F. Kalasuat. Hasil pengukuran tingkat kebisingan di pertambangan pasir jalan F. Kalasuat, pada 5 titik selama 1 minggu mendapatkan rata-rata nilai tingkat kebisingan maksimum pada hari senin-sabtu di titik 1 yang berjarak 20 meter di dalam rumah sebesar 56,6 dB(A), titik 2 yang berjarak 30 meter di dalam rumah sebesar 51,3 dB(A), titik 3 yang berjarak 20 meter di luar rumah sebesar pada 61,8 dB(A), ), titik 4 yang berjarak 30 meter di luar rumah sebesar pada 53,3 dB(A) dan titik 5 yang berjarak 40 meter di luar rumah sebesar pada 46,8 dB(A). Kebisingan akibat penambangan pasir jalan F. Kalasuat mempunyai pengaruh terhadap masyarakat sekitar yaitu gangguan komukasi yang mencapai 51% dan gangguan konsentrasi sebesar 56%.
Copyrights © 2025