Industri galangan kapal merupakan sektor industri manufaktur berat yang memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja relatif tinggi akibat aktivitas seperti pengelasan, pemotongan baja, pekerjaan di ruang terbatas, serta pekerjaan di ketinggian. Kondisi ini menuntut adanya pemahaman yang memadai mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), tidak hanya bagi pekerja, tetapi juga bagi mahasiswa Teknik Industri sebagai calon tenaga profesional yang akan terjun ke lingkungan industri. Namun demikian, pembelajaran K3 di perguruan tinggi masih cenderung bersifat teoritis sehingga diperlukan intervensi edukatif yang lebih aplikatif. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa Teknik Industri mengenai K3 di lingkungan galangan kapal serta mengevaluasi efektivitas pelatihan yang diberikan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental tipe one group pretest–posttest. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi. Instrumen yang digunakan berupa tes pengetahuan (pre-test dan post-test) untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada nilai rata-rata post-test dibandingkan pre-test, yang mengindikasikan bahwa pelatihan K3 efektif dalam meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai identifikasi bahaya, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta pengendalian risiko di galangan kapal. Selain peningkatan aspek kognitif, pelatihan juga mendorong tumbuhnya kesadaran dan sikap positif terhadap budaya keselamatan kerja. Dengan demikian, pelatihan K3 bagi mahasiswa Teknik Industri di galangan kapal merupakan intervensi yang relevan dan efektif dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi lingkungan kerja berisiko tinggi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran berbasis praktik yang mendukung pembentukan budaya keselamatan sejak masa pendidikan.
Copyrights © 2026