Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman, pengalaman, tantangan, dan kesiapan guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran sains yang berdaya saing global melalui lokakarya Hybrid Deep Learning dan STEM Project-Based Learning (STEM-PjBL). Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain penelitian tindakan partisipatif, penelitian ini melibatkan 29 guru sains dari MGMP di Muaro Jambi, Indonesia. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi sebelum, selama, dan setelah lokakarya, dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa guru umumnya memiliki pengetahuan terbatas tentang pembelajaran mendalam dan hybrid deep learning, pengalaman minimal dalam menerapkan STEM-PjBL, dan menghadapi tantangan signifikan seperti fasilitas terbatas, kompetensi pedagogis yang tidak memadai, dan kurangnya dukungan kelembagaan. Terlepas dari keterbatasan ini, sebagian besar guru menunjukkan kesiapan dan motivasi yang tinggi untuk mengintegrasikan teknologi berbasis AI dan pendekatan berbasis proyek ke dalam praktik mengajar mereka, dengan syarat mereka diberikan bimbingan intensif dan pengembangan profesional berkelanjutan. Kebaruan program ini terletak pada integrasi Pembelajaran Mendalam Hibrida dengan STEM-PjBL sebagai model untuk meningkatkan kapasitas guru dalam merancang perangkat pembelajaran sains inovatif berbasis teknologi. Implikasinya menyoroti pentingnya pelatihan profesional berkelanjutan, dukungan institusional, dan kemitraan kolaboratif untuk memastikan keberhasilan implementasi pedagogi berbasis AI dan berbasis proyek dalam pendidikan sains.
Copyrights © 2026