Prevalensi stunting pada anak di bawah lima tahun masih menjadi permasalahan gizi yang signifikan di Indonesia, termasuk di Desa Boneoge yang mencatat 53 kasus pada awal tahun 2025. Permasalahan ini berkaitan dengan asupan gizi yang belum optimal serta rendahnya pengetahuan orang tua mengenai gizi seimbang, meskipun potensi sumber daya ikan lokal cukup melimpah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkenalkan inovasi makanan pendamping berupa nugget ikan tuna yang diperkaya sayuran sebagai alternatif pangan bergizi dan mudah diterima anak. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung pengolahan nugget tuna kepada ibu-ibu di Desa Boneoge. Evaluasi penerimaan produk dilakukan melalui uji organoleptik terhadap warna, rasa, tekstur, dan aroma. Hasil menunjukkan tingkat penerimaan yang tinggi, terutama pada aspek rasa dan warna. Kesimpulannya, program ini berperan penting dalam meningkatkan keterampilan ibu memanfaatkan pangan lokal serta berpotensi mendukung upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026