Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kecerdasan emosional berfungsi sebagai variabel mediator dalam menjembatani hubungan antara self-awareness dan kesehatan mental pada remaja di Kapanewon Sleman. Latar belakang penelitian berangkat dari meningkatnya kasus gangguan kesehatan mental pada remaja serta pentingnya kemampuan pengelolaan emosi dalam mencegah tekanan psikologis. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif non-eksperimental melalui desain korelasional serta melibatkan 100 responden berusia 15–18 tahun yang diperoleh dengan menerapkan teknik random cluster sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tiga skala psikologis, yaitu skala kesehatan mental, self-awareness, dan kecerdasan emosional. Analisis data menggunakan uji mediasi melalui SmartPLS 4.1.1.4. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa self-awareness memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kecerdasan emosional dan kesehatan mental. Kecerdasan emosional juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap kesehatan mental. Selain itu, kecerdasan emosional berfungsi sebagai mediator yang signifikan dalam menjembatani hubungan antara self-awareness dan kesehatan mental. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kesadaran diri yang disertai penguatan kecerdasan emosional akan memberikan dampak lebih optimal terhadap kesehatan mental remaja.
Copyrights © 2026