Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara job demand dan kompleksitas pekerjaan terhadap kebosanan kerja pada karyawan Generasi Z di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel berjumlah 250 responden yang dipilih melalui teknik accidental dan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan tiga skala likert empat poin, yaitu skala kebosanan kerja, job demand, dan kompleksitas pekerjaan yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data yang dilakukan melalui uji asumsi klasik dan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa job demand dan kompleksitas pekerjaan secara simultan berhubungan signifikan dengan kebosanan kerja (p < 0,05). Secara parsial, job demand memiliki hubungan positif signifikan dengan kebosanan kerja, sedangkan kompleksitas pekerjaan tidak menunjukkan hubungan signifikan. Meskipun demikian, interaksi kedua variabel terbukti berpengaruh terhadap tingkat kebosanan kerja. Sumbangsih efektif menunjukkan bahwa job demand dan kompleksitas pekerjaan berkontribusi sejumlah 26,9% terhadap kebosanan kerja, sementara 73,1% dipengaruhi faktor lain di luar model. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan tuntutan dan desain pekerjaan yang seimbang untuk meminimalkan kebosanan pada tenaga kerja muda.
Copyrights © 2026