Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pegawai pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kediri dalam pengelolaan dan optimalisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Fokus utama kajian ini adalah bagaimana kontribusi pegawai memengaruhi efektivitas pelayanan, pengolahan data objek pajak, serta tingkat kepatuhan wajib pajak dalam memenuhi kewajiban pembayaran PBB. Penelitian ini berangkat dari asumsi bahwa kinerja pegawai, kualitas pelayanan publik, dan efektivitas administrasi perpajakan merupakan faktor kunci dalam meningkatnya pendapatan daerah. Namun demikian, terdapat kemungkinan bahwa perubahan penerimaan PBB juga dipengaruhi oleh variabel eksternal, seperti kondisi ekonomi masyarakat, kualitas data PBB yang tersedia, serta pemahaman wajib pajak mengenai prosedur pembayaran. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian menemukan bahwa pegawai Bapenda memiliki peran penting dalam kegiatan sosialisasi, pendampingan wajib pajak, pemutakhiran data, hingga pengawasan lapangan. Meskipun demikian, efektivitas kerja mereka masih dipengaruhi oleh keterbatasan sarana teknologi informasi, tingkat literasi pajak yang belum merata, dan beban administratif yang cukup tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa optimalisasi pemungutan PBB tidak hanya bergantung pada sistem administrasi, tetapi juga pada kompetensi pegawai, inovasi layanan, serta strategi komunikasi publik yang mampu meningkatkan partisipasi masyarakat.
Copyrights © 2026