Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi ruas Jalan Tamanan - Maesan di Kabupaten Bondowoso yang mengalami berbagai kerusakan seperti retak kulit buaya, lubang, dan penurunan bahu jalan, yang diperburuk oleh sistem drainase yang kurang optimal. Sebagai prasarana transportasi penting untuk distribusi barang dan jasa, diperlukan perencanaan tebal perkerasan yang tepat guna menjamin umur pelayanan jalan sesuai rencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja jalan (derajat kejenuhan) menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2014 serta merencanakan tebal perkerasan lentur menggunakan dua metode, yaitu metode Analisa Komponen dan metode Bina Marga 2017, dengan umur rencana 20 tahun. Metode penelitian melibatkan pengumpulan data primer berupa survei lalu lintas harian rata-rata (LHR) dan pengujian daya dukung tanah dasar (CBR), serta data sekunder terkait pertumbuhan lalu lintas. Hasil penelitian menunjukkan nilai CBR desain sebesar 9,43%. Berdasarkan hasil perhitungan, metode Analisa Komponen menghasilkan total tebal perkerasan sebesar 44,00 cm, sedangkan metode Bina Marga 2017 menghasilkan tebal 50,00 cm. Perbandingan kedua metode menunjukkan bahwa metode Bina Marga 2017 menghasilkan struktur yang lebih tebal dan memberikan tingkat keandalan serta keamanan yang lebih baik terhadap beban lalu lintas rencana. Implikasi dari penelitian ini adalah rekomendasi penggunaan metode Bina Marga 2017 untuk perencanaan perkerasan jalan pada lokasi studi guna meminimalkan risiko kerusakan dini.
Copyrights © 2026