Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERENCANAAN EMBUNG UNTUK KEBUTUHAN AIR PETANI PALAWIJA (STUDI EMBUNG DUSUN PLAMPANG, DESA KLEKEHAN, KEC. BOTOLINGGO, KAB. BONDOWOSO) Yoga Ainurrahman; Senki Desta Galuh; Taufan Abadi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 2 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Februari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/9xdhhj63

Abstract

Dusun Plampang, Desa Klekehan, Kecamatan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso merupakan wilayah pertanian palawija yang masih mengandalkan sistem tadah hujan sehingga rentan mengalami kekurangan air pada musim kemarau. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketersediaan air hujan dan kebutuhan air irigasi sebagai dasar perencanaan embung tadah hujan serta menilai potensi dampak ekonominya bagi petani. Metode penelitian meliputi analisis curah hujan, perhitungan limpasan permukaan dengan luas daerah tangkapan A = 144.829 m² dan koefisien limpasan C = 0,4, perhitungan hujan langsung ke embung dengan asumsi luas embung 5% dari daerah tangkapan, serta penyusunan neraca air berdasarkan kebutuhan air tanaman palawija (jagung, kacang tanah, dan singkong). Hasil analisis menunjukkan total ketersediaan air hujan tahunan sebesar 95.869,55 m³/tahun yang berasal dari limpasan permukaan dan hujan langsung ke embung. Berdasarkan hasil neraca air, diperoleh defisit maksimum sebesar 1.500 m³, sehingga kapasitas tampungan total embung yang direncanakan adalah 2.335,5 m³ dengan mempertimbangkan kehilangan akibat penguapan, resapan, dan sedimentasi. Kapasitas tersebut diterjemahkan ke dalam denah geometrik embung dengan dimensi panjang sekitar 35 m, lebar sekitar 13,5 m, dan tinggi sekitar 5 m, yang disesuaikan dengan kondisi topografi dan kontur lahan. Embung direncanakan untuk melayani lahan pertanian palawija seluas 8,69 ha. Secara ekonomi, dengan produktivitas rata-rata ±5,51 ton/ha per musim, keberadaan embung berpotensi mendukung hasil panen sekitar 47–48 ton per musim, sehingga mampu meningkatkan stabilitas produksi, menekan risiko gagal panen, dan mendukung peningkatan pendapatan petani pada musim kemarau.
PERENCANAAN PERKERASAN LENTUR PADA JALAN DENGAN METODE ANALISA KOMPONEN DAN METODE BINA MARGA 2017 Aditya Fernanda Raihan Saputra; Taufan Abadi; Arief Alihudien
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 2 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Februari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/t3d1gw90

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi ruas Jalan Tamanan - Maesan di Kabupaten Bondowoso yang mengalami berbagai kerusakan seperti retak kulit buaya, lubang, dan penurunan bahu jalan, yang diperburuk oleh sistem drainase yang kurang optimal. Sebagai prasarana transportasi penting untuk distribusi barang dan jasa, diperlukan perencanaan tebal perkerasan yang tepat guna menjamin umur pelayanan jalan sesuai rencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja jalan (derajat kejenuhan) menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2014 serta merencanakan tebal perkerasan lentur menggunakan dua metode, yaitu metode Analisa Komponen dan metode Bina Marga 2017, dengan umur rencana 20 tahun. Metode penelitian melibatkan pengumpulan data primer berupa survei lalu lintas harian rata-rata (LHR) dan pengujian daya dukung tanah dasar (CBR), serta data sekunder terkait pertumbuhan lalu lintas. Hasil penelitian menunjukkan nilai CBR desain sebesar 9,43%. Berdasarkan hasil perhitungan, metode Analisa Komponen menghasilkan total tebal perkerasan sebesar 44,00 cm, sedangkan metode Bina Marga 2017 menghasilkan tebal 50,00 cm. Perbandingan kedua metode menunjukkan bahwa metode Bina Marga 2017 menghasilkan struktur yang lebih tebal dan memberikan tingkat keandalan serta keamanan yang lebih baik terhadap beban lalu lintas rencana. Implikasi dari penelitian ini adalah rekomendasi penggunaan metode Bina Marga 2017 untuk perencanaan perkerasan jalan pada lokasi studi guna meminimalkan risiko kerusakan dini.