Indonesia sebagai masyarakat majemuk memiliki keberagaman agama dan budaya yang kerap memunculkan dinamika sosial, termasuk dalam relasi cinta lintas iman. Film sebagai teks budaya tidak hanya merefleksikan realitas, tetapi juga membangun makna dan ideologi mengenai perbedaan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi heterogenitas agama dan budaya dalam narasi cinta lintas iman pada film Komang melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis semiotika pada tiga tingkat signifikasi, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Unit analisis meliputi adegan, dialog, ekspresi tokoh, kostum, serta simbol visual yang merepresentasikan perbedaan agama dan budaya. Data diperoleh melalui observasi berulang dan dokumentasi terhadap adegan-adegan yang menampilkan konflik serta negosiasi lintas iman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat denotasi, perbedaan agama direpresentasikan melalui adegan ritual ibadah yang dilakukan secara terpisah, seperti sembahyang di pura dan doa di tempat ibadah berbeda, serta dialog keluarga yang menegaskan adanya “perbedaan keyakinan.” Melalui adegan ritual dan dialog yang tegang, film ini menunjukkan konflik nilai antara agama Hindu dan Islam. Pada tingkat konotasi, visualisasi ruang ibadah yang terpisah dan ekspresi ragu tokoh mengonotasikan jarak emosional serta tekanan sosial. Pada tingkat mitos, film membangun ideologi bahwa hubungan lintas iman merupakan relasi yang sarat ujian dan pengorbanan, sehingga perbedaan agama dan budaya dipresentasikan sebagai batas yang seolah-olah alamiah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film berperan sebagai arena produksi makna yang menaturalisasi ideologi tertentu tentang toleransi dan batas-batasnya. Temuan ini berimplikasi pada pentingnya pembacaan kritis terhadap representasi keberagaman dalam media guna memahami konstruksi wacana multikulturalisme dalam masyarakat Indonesia.
Copyrights © 2026