Dispepsia merupakan gangguan saluran cerna bagian atas yang sering dijumpai dan sebagian besar bersifat fungsional. Selain faktor fisiologis, kecemasan diketahui berperan penting dalam memperberat gejala dispepsia melalui mekanisme gut–brain axis. Pendekatan penatalaksanaan yang hanya berfokus pada terapi farmakologis sering kali belum optimal, sehingga intervensi nonfarmakologis, termasuk terapi murottal Al-Qur’an, mulai dikembangkan sebagai terapi komplementer. Scoping review ini bertujuan untuk memetakan dan mensintesis bukti ilmiah terkait terapi murottal Al-Qur’an, khususnya irama Nahawand, dalam kaitannya dengan penurunan skor kecemasan pada pasien dispepsia. Metode yang digunakan adalah scoping review dengan mengacu pada pedoman Joanna Briggs Institute (JBI) dan pelaporan PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan pada beberapa basis data elektronik dan literatur abu-abu dengan kriteria inklusi berbasis Population–Concept–Context (PCC). Hasil pemetaan menunjukkan bahwa terapi murottal Al-Qur’an secara umum berhubungan dengan penurunan kecemasan pada berbagai populasi klinis. Namun, bukti yang secara spesifik melibatkan pasien dispepsia dan menggunakan irama Nahawand masih sangat terbatas, dengan variasi desain penelitian, instrumen kecemasan, serta pelaporan intervensi. Scoping review ini menegaskan adanya kesenjangan penelitian dan perlunya studi primer lanjutan dengan desain dan pelaporan yang lebih terstandar.
Copyrights © 2026