Latar Belakang: Diabetic Foot Ulcer (DFU) merupakan salah satu komplikasi diabetes mellitus yang paling serius, dengan prevalensi global mencapai 6,3% dan menjadi penyebab utama amputasi non-traumatik. Perkembangan teknologi digital kesehatan, khususnya telemedicine dan Artificial Intelligence (AI), membuka peluang baru dalam upaya pencegahan dan deteksi dini DFU. Tujuan: Systematic Literature Review (SLR) ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif peran telemedicine dan AI dalam pencegahan DFU, efektivitas kombinasi keduanya, serta implikasinya terhadap praktik keperawatan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Systematic Literature Review sesuai panduan PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada database Scopus, PubMed, ScienceDirect, ProQuest, dan Google Scholar, mencakup publikasi tahun 2020–2026. Dari total 847 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 15 artikel memenuhi kriteria inklusi dan digunakan dalam analisis akhir. Hasil: Telemedicine terbukti efektif dalam menurunkan angka amputasi (OR 0,48; p=0,007) dibandingkan perawatan konvensional. AI dengan model deep learning mencapai sensitivitas dan spesifisitas >90% dalam deteksi DFU melalui analisis citra. Kombinasi AI-telemedicine pada platform 'Ulcer Care' secara signifikan mengurangi kunjungan klinik (5,5 vs 13,2 kunjungan, p=0,009). Aplikasi mobile kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pasien dalam perawatan kaki. Program edukasi online berbasis thermografi terbukti meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan Indonesia dari 52,0 menjadi 85,2 poin (p<0,001). Kesimpulan: Integrasi telemedicine dan AI menawarkan solusi yang menjanjikan dalam pencegahan DFU, meskipun tantangan terkait infrastruktur digital, literasi teknologi, dan privasi data masih perlu diatasi. Implikasi keperawatan yang signifikan mencakup pengembangan praktik telenursing, edukasi pasien berbasis digital, dan sistem monitoring luka jarak jauh.