Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Integrasi Sistem Rekam Medis Elektronik (EMR) Dan Kompetensi Digital Perawat: Scoping Review Berdasarkan Pendekatan Joanna Briggs Institute (JBI) Yeni Hariani; Suriadi Suriadi; Supriadi Supriadi; Haryanto Haryanto
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6858

Abstract

Transformasi digital dibidang kesehatan telah menjadikan sistem Electronic Medical Record ( EMR ) sebagai komponen utama dalam praktik keperawatan modern. Pelatihan EMR yang efektif untuk perawat paling baik dicapai melalui pendekatan campuran dan berbasis simulasi, kustomisasi khusus departemen dan dukungan teknis berkelanjutan. Namun, evektivitas implementasi EMR sangat bergantung pada kompetensi digital perawat yang mencakup ketarmpilan teknis, kognitif , dan etika. Scooping review ini bertujuan untuk memetakan dan mensintesis bukti ilmiah terkait bagaimana integrasi sistem EMR dijelaskan dalam kaitannya dengan kompetensi digital perawat di berbagai konteks layanan kesehatan.Penelitian ini mengikuti panduan Joanna Briggs Institute (JBI) Scoping Review Framework (2020) dan dilaporkan menggunakan PRISMA-ScR Checklist (2021). Pendekatan Population Concept Context (PCC) digunakan untuk merumuskan pertanyaan penelitoan. Pencarian dilakukan di empat basis data (Scopus, Pubmed, CINAHL, web of Sciece) menggunakan kombinasi kata kunci dengan operatot Boolean. Dari hasil pencarian 50 artikel ditemukan dan setelah proses seleksi serta penerapan kriteria inklusi eksklusi, 16 artikel dimasukkan dalam sintesis akhir. Empat tema utama diidentifikasi yaitu Pertama, Dimensi kompetensi digital perawat, Kedua, Integrasi EMR dalam prakttik keperawatan, Ketiga, Hambatan dan faktor pendukung kompetensi digital, dan Keempat, Implikasi dalam bidang pendidikan dan kebijakan/Integrasi EMR dan penguatan kompetensi digital perawat berperan penting dalam peningkatan keselamatan pasien, efisiensi kerja, dan kualitas layanan kesehatan. Pengembangan platform pelatihan adaptif, stanfarisasi integrasi kurikulum, dan pemanfaatan tekhnologi inovatif untuk pendidikan EMR
Pengaruh Terapi Murotal Al-Qur’an Irama Nahawand Terhadap Penurunan Skor Kecemasan Pasien Dispepsia: Scooping Review Dedi Radhamudi; Suriadi Suriadi; Haryanto Haryanto; Jaka Pradika
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.54789

Abstract

Dispepsia merupakan gangguan saluran cerna bagian atas yang sering dijumpai dan sebagian besar bersifat fungsional. Selain faktor fisiologis, kecemasan diketahui berperan penting dalam memperberat gejala dispepsia melalui mekanisme gut–brain axis. Pendekatan penatalaksanaan yang hanya berfokus pada terapi farmakologis sering kali belum optimal, sehingga intervensi nonfarmakologis, termasuk terapi murottal Al-Qur’an, mulai dikembangkan sebagai terapi komplementer. Scoping review ini bertujuan untuk memetakan dan mensintesis bukti ilmiah terkait terapi murottal Al-Qur’an, khususnya irama Nahawand, dalam kaitannya dengan penurunan skor kecemasan pada pasien dispepsia. Metode yang digunakan adalah scoping review dengan mengacu pada pedoman Joanna Briggs Institute (JBI) dan pelaporan PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan pada beberapa basis data elektronik dan literatur abu-abu dengan kriteria inklusi berbasis Population–Concept–Context (PCC). Hasil pemetaan menunjukkan bahwa terapi murottal Al-Qur’an secara umum berhubungan dengan penurunan kecemasan pada berbagai populasi klinis. Namun, bukti yang secara spesifik melibatkan pasien dispepsia dan menggunakan irama Nahawand masih sangat terbatas, dengan variasi desain penelitian, instrumen kecemasan, serta pelaporan intervensi. Scoping review ini menegaskan adanya kesenjangan penelitian dan perlunya studi primer lanjutan dengan desain dan pelaporan yang lebih terstandar.
Peran Telemedicine dan Artificial Intelligence (AI) dalam Pencegahan Diabetic Foot Ulcer (DFU) Sena Dwi Tamara; Yenni Lukita; Nurhidayati Nurhidayati; Nurul Ratna Sari; Patricia Dini Ayu Anggreni; Ekklesia Fersian Hitipeuw; Sudarwati Sudarwati; Suriadi Suriadi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59381

Abstract

Latar Belakang: Diabetic Foot Ulcer (DFU) merupakan salah satu komplikasi diabetes mellitus yang paling serius, dengan prevalensi global mencapai 6,3% dan menjadi penyebab utama amputasi non-traumatik. Perkembangan teknologi digital kesehatan, khususnya telemedicine dan Artificial Intelligence (AI), membuka peluang baru dalam upaya pencegahan dan deteksi dini DFU. Tujuan: Systematic Literature Review (SLR) ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif peran telemedicine dan AI dalam pencegahan DFU, efektivitas kombinasi keduanya, serta implikasinya terhadap praktik keperawatan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Systematic Literature Review sesuai panduan PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada database Scopus, PubMed, ScienceDirect, ProQuest, dan Google Scholar, mencakup publikasi tahun 2020–2026. Dari total 847 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 15 artikel memenuhi kriteria inklusi dan digunakan dalam analisis akhir. Hasil: Telemedicine terbukti efektif dalam menurunkan angka amputasi (OR 0,48; p=0,007) dibandingkan perawatan konvensional. AI dengan model deep learning mencapai sensitivitas dan spesifisitas >90% dalam deteksi DFU melalui analisis citra. Kombinasi AI-telemedicine pada platform 'Ulcer Care' secara signifikan mengurangi kunjungan klinik (5,5 vs 13,2 kunjungan, p=0,009). Aplikasi mobile kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pasien dalam perawatan kaki. Program edukasi online berbasis thermografi terbukti meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan Indonesia dari 52,0 menjadi 85,2 poin (p<0,001). Kesimpulan: Integrasi telemedicine dan AI menawarkan solusi yang menjanjikan dalam pencegahan DFU, meskipun tantangan terkait infrastruktur digital, literasi teknologi, dan privasi data masih perlu diatasi. Implikasi keperawatan yang signifikan mencakup pengembangan praktik telenursing, edukasi pasien berbasis digital, dan sistem monitoring luka jarak jauh.