p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Dedi Radhamudi
Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Terapi Murotal Al-Qur’an Irama Nahawand Terhadap Penurunan Skor Kecemasan Pasien Dispepsia: Scooping Review Dedi Radhamudi; Suriadi Suriadi; Haryanto Haryanto; Jaka Pradika
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.54789

Abstract

Dispepsia merupakan gangguan saluran cerna bagian atas yang sering dijumpai dan sebagian besar bersifat fungsional. Selain faktor fisiologis, kecemasan diketahui berperan penting dalam memperberat gejala dispepsia melalui mekanisme gut–brain axis. Pendekatan penatalaksanaan yang hanya berfokus pada terapi farmakologis sering kali belum optimal, sehingga intervensi nonfarmakologis, termasuk terapi murottal Al-Qur’an, mulai dikembangkan sebagai terapi komplementer. Scoping review ini bertujuan untuk memetakan dan mensintesis bukti ilmiah terkait terapi murottal Al-Qur’an, khususnya irama Nahawand, dalam kaitannya dengan penurunan skor kecemasan pada pasien dispepsia. Metode yang digunakan adalah scoping review dengan mengacu pada pedoman Joanna Briggs Institute (JBI) dan pelaporan PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan pada beberapa basis data elektronik dan literatur abu-abu dengan kriteria inklusi berbasis Population–Concept–Context (PCC). Hasil pemetaan menunjukkan bahwa terapi murottal Al-Qur’an secara umum berhubungan dengan penurunan kecemasan pada berbagai populasi klinis. Namun, bukti yang secara spesifik melibatkan pasien dispepsia dan menggunakan irama Nahawand masih sangat terbatas, dengan variasi desain penelitian, instrumen kecemasan, serta pelaporan intervensi. Scoping review ini menegaskan adanya kesenjangan penelitian dan perlunya studi primer lanjutan dengan desain dan pelaporan yang lebih terstandar.
Efektivitas Hand Hygiene Terhadap Pencegahan Healthcare Associated Infections (HAIs): A Systematic Literature Review Peni Ariyani; Feranema Widyanti; Rahayu Rahayu; Alvi Roelanda; Dedi Radhamudi; Anang Ihsan; Zainudin Zainudin; Suriadi Jais; Cau Kim; Haryanto Haryanto
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59500

Abstract

Latar Belakang: Healthcare Associated Infections (HAIs) merupakan salah satu indikator mutu pelayanan kesehatan yang masih menjadi tantangan utama di rumah sakit. HAIs berkontribusi terhadap peningkatan morbiditas, mortalitas, lama rawat inap, serta biaya pelayanan kesehatan. Hand hygiene merupakan intervensi paling sederhana, efektif, dan ekonomis dalam memutus rantai transmisi mikroorganisme penyebab infeksi. Meskipun demikian, kepatuhan tenaga kesehatan terhadap praktik hand hygiene masih bervariasi sehingga diperlukan kajian komprehensif mengenai efektivitasnya dalam pencegahan HAIs.Tujuan: Menganalisis efektivitas hand hygiene terhadap pencegahan Healthcare Associated Infections (HAIs) berdasarkan bukti ilmiah yang dipublikasikan pada tahun 2020-2025.Metode: Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) 2020. Pencarian artikel dilakukan melalui database PubMed, Scopus, ScienceDirect, Google Scholar, dan Garuda menggunakan kata kunci “hand hygiene”, “hand hygiene compliance”, “healthcare associated infections”, “hospital acquired infections”, dan “nosocomial infections”. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dipublikasikan tahun 2020–2025, tersedia dalam teks lengkap, dan membahas hubungan hand hygiene dengan kejadian HAIs. Sebanyak 23 artikel memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil: Sebanyak 23 artikel terdiri atas systematic review, meta-analysis, quasi-experimental, cohort, prospective study, observational study, dan intervention study. Hasil sintesis menunjukkan bahwa peningkatan kepatuhan hand hygiene berkorelasi dengan penurunan kejadian HAIs sebesar 20–50%. Strategi yang paling efektif meliputi WHO Multimodal Hand Hygiene Improvement Strategy, audit dan feedback, edukasi berkelanjutan, penggunaan alcohol-based hand rub (ABHR), serta electronic monitoring system. Kesimpulan: Hand hygiene terbukti efektif dalam menurunkan kejadian Healthcare Associated Infections (HAIs). Implementasi program hand hygiene yang komprehensif dan berkelanjutan perlu menjadi prioritas dalam program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) di rumah sakit.