Perubahan iklim menuntut keterlibatan aktif masyarakat melalui program adaptasi dan mitigasi yang berkelanjutan. Program Kampung Iklim (ProKlim) merupakan inisiatif pemerintah Indonesia untuk mendorong aksi iklim berbasis komunitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pemahaman masyarakat terhadap implementasi ProKlim serta perannya dalam mewujudkan masyarakat rendah karbon di Desa Alue Deah Teungoh, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan observasi lapangan. Sebanyak 70 responden dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner secara online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman masyarakat berada pada kategori sedang, dengan 57% dari total responden memahami konsep adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Praktik adaptasi meliputi perilaku hidup bersih dan sehat, penyediaan ruang terbuka hijau, pelestarian mangrove, serta pengelolaan air bersih. Mitigasi dilakukan melalui efisiensi energi rumah tangga dan pengelolaan sampah berbasis Waste Collecting Point. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan literasi iklim menjadi kunci dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dan keberlanjutan menuju masyarakat rendah karbon (low carbon society) di tingkat desa.
Copyrights © 2026