Industri agrokimia Indonesia mengalami pertumbuhan pesat, termasuk perusahaan agrokimia di merak yang memproduksi herbisida Lindomin 865 SL. Namun, sepanjang 2024, tingkat kecacatan kemasan produk mencapai 3,12%, melampaui standar perusahaan sebesar 2%. Jenis cacat didominasi oleh tutup botol cacat (62%), label tidak sesuai (21%), dan botol reject (17%). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Statistical Process Control (SPC), didukung dengan diagram pareto, control chart, serta analisis fishbone dan 5W+1H untuk mengidentifikasi jenis, penyebab, dan solusi atas kecacatan produk. Data dikumpulkan dari seluruh kemasan Lindomin 865 SL di Line Filling 1 selama 12 bulan produksi 2024, menggunakan lembar pengecekan kualitas dan dokumen kontrol produksi. Hasil analisis menunjukkan akar masalah utama adalah ketidakkonsistenan dalam kontrol proses dan kurangnya pengawasan operator Hasil Implementasi SPC dan analisis 5W+1H mendorong rekomendasi berupa peningkatan pengawasan mutu dan pelatihan operator di lini produksi. Upaya perbaikan ini mampu menurunkan tingkat cacat dan meningkatkan kualitas produk, sehingga memenuhi standar mutu perusahaan. Penelitian ini menegaskan peran penting SPC dalam menjaga kualitas produk agrokimia secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026