Penelitian ini bertujuan mengulas dampak fenomena groupthink terhadap efektivitas pengambilan keputusan dalam orgaisasi, menggunakan metode studi literatur (literature review) dan analisis isi. Groupthink didefinisikan sebagai kondisi psikologis di mana dorongan mencapai konsensus dan harmoni kelompok lebih diutamakan daripada evaluasi kritis dan rasional. Fenomena ini dipicu oleh kohesivitas kelompok yang terlalu tinggi, kepemimpinan yang dominan, ketiadaan prosedur pengambilan keputusan sistematis, tekanan situasional, dan homogenitas anggota, yang diperkuat oleh budaya kolektivisme di Indonesia. Dampak utamanya adalah penurunan kualitas analisis keputusan, meningkatnya bias kognitif kolektif (confirmation bias dan ilusi kontrol), pemiskinan kreativitas, tergerusnya budaya diskusi kritis, dan melemahnya kemampuan adaptasi organisasi terhadap perubahan lingkungan, yang berpotensi menyebabkan kegagalan strategis jangka panjang. Oleh karena itu, organisasi perlu membangun budaya diskusi yang terbuka, menerapkan teknik devil's advocate, dan memastikan prosedur pengambilan keputusan yang sistematis untuk menghasilkan keputusan yang berkualitas dan rasional
Copyrights © 2025