Beban kerja merupakan salah satu faktor ergonomi yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan kerja, khususnya pada sektor dengan karakteristik pekerjaan berisiko tinggi seperti telekomunikasi yang memiliki karakteristik pekerjaan dengan tuntutan fisik dan mental yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara beban kerja dengan risiko kecelakaan kerja pada tenaga kerja operasional di salah satu perusahaan telekomunikasi di Kota Makassar. Dengan menggunakan desain cross-sectional, studi ini melibatkan 32 pekerja yang dipilih melalui teknik sampel jenuh (total sampling). Data primer dihimpun melalui kuesioner beban kerja yang mencakup 15 butir pernyataan dimensi fisik dan mental, serta lembar identifikasi risiko kecelakaan kerja yang terdiri atas 5 butir pernyataan spesifik. Instrumen tersebut telah dinyatakan valid (rhitung>0,349) dan reliabel (Cronbach’s Alpha > 0,70). Analisis bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test menunjukkan bahwa kelompok pekerja dengan beban kerja berat mayoritas berada pada kategori risiko kecelakaan tinggi (73,3%). Secara statistik, ditemukan hubungan yang signifikan antara kedua variabel (p=.003) dengan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 12.83, 95% CI (2.36–69.65). Hasil ini menegaskan bahwa beban kerja yang berat meningkatkan probabilitas terjadinya kecelakaan kerja hingga 12,83 kali lipat dibandingkan beban kerja ringan atau sedang. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris pada literatur keselamatan kerja sektor telekomunikasi dengan mengonfirmasi bahwa variabel beban kerja merupakan prediktor determinan terhadap insiden lapangan, sehingga memperkuat urgensi integrasi aspek ergonomi dalam kebijakan sistem manajemen keselamatan di lingkungan kerja berisiko tinggi.
Copyrights © 2026