Remaja pesantren merupakan kelompok usia yang berada pada fase transisi perkembangan biologis, psikologis, dan sosial, di era digital, tantangan tersebut semakin kompleks sehingga rentan terhadap berbagai risiko kesehatan reproduksi, termasuk pergaulan bebas dan pernikahan dini. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan remaja pesantren terhadap risiko pergaulan bebas dan pernikahan dini melalui integrasi edukasi kesehatan reproduksi dan pendekatan ekoteologi. Kegiatan dilaksanakan di Pesantren Bukit Hidayah Malino, santri sebagai peserta utama. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan edukatif interaktif, diskusi partisipatif, refleksi nilai-nilai keislaman, serta aksi lingkungan berupa penanaman pohon sebagai simbol integrasi antara kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan. Evaluasi kegiatan diukur melalui indikator kualitatif berupa observasi dan diskusi partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran santri mengenai kesehatan reproduksi remaja, risiko pergaulan bebas, serta dampak pernikahan dini terhadap kesehatan di masa depan dan pentingnya perilaku hidup sehat dan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari nilai keislaman.
Copyrights © 2026