Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perubahan emosional pada anak usia dini di TK Al-Ikhlas Karangantu akibat kondisi fatherless pasca perceraian orang tua, sekaligus mengeksplorasi peran ibu dan lingkungan sekolah dalam memberikan dukungan emosional. Peneliatian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus, data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan ibu/pengasuh, observasi perilaku dan interaksi sosial anak, serta analisis dokumentasi pada dua anak usia 5-6 tahun yang mengalami fatherless. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang mengalami fatherless, anak menjadi murung, menarik diri dari lingkungan bermain, emosi yang meledak-ledak, tidak percaya diri. Peran ibu sangat penting dalam memberikan dukungan emosional intensif, disiplin konsisten, dan pembelajaran regulasi emosi guna mengurangi dampak negatif fatherless. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kondisi tanpa ayah berpengaruh signifikan terhadap perkembangan emosional dan sosial anak usia dini, namun intervensi dan dukungan keluarga serta lingkungan dapat mengurangi efek tersebut. Implikasi penelitian menyoroti kebutuhan strategi edukatif dan psikososial yang terstruktur guna mendukung kesejahteraan anak akibat dari hilangnya figur ayah akibat dari perceraian.
Copyrights © 2025