Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran krusial kinerja guru matematika dalam mencapai tujuan pendidikan nasional, namun terdapat indikasi kesenjangan kinerja di SMAN Kabupaten Lombok Timur yang terkait dengan rendahnya komitmen dan motivasi kerja. Adanya kesenjangan antara kondisi ideal dengan praktik di lapangan mendorong penelitian ini. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis secara kuantitatif pengaruh komitmen kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja guru matematika di wilayah tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan metode survei terhadap 92 guru matematika SMAN yang dipilih secara proporsional. Data dikumpulkan melalui kuesioner tervalidasi dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda setelah uji asumsi. Hasil uji t menunjukkan bahwa komitmen kerja (p=0,031) dan motivasi kerja (p=0,000) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Analisis regresi (Y = 18.363 + 0.245X1 + 0.604X2) mengonfirmasi bahwa motivasi kerja (β=0.618) merupakan prediktor yang lebih dominan dibandingkan komitmen (β=0.229). Disimpulkan bahwa kedua faktor internal ini signifikan memengaruhi kinerja guru, dengan motivasi berperan lebih kuat, sehingga intervensi peningkatan motivasi perlu diprioritaskan, dengan memperhatikan keterbatasan normalitas data.
Copyrights © 2026