Pembelajaran fisika di sekolah masih didominasi pendekatan konseptual dan praktikum verifikatif, sehingga keterkaitan antara konsep dan fenomena nyata belum optimal dirasakan siswa. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memperkenalkan teknologi mikrokontroler sebagai media pengamatan fenomena fisis yang kontekstual dan aplikatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar kepada siswa SMA Negeri 1 Kota Bengkulu dalam merakit sensor dan Arduino sebagai instrumen pengukuran sederhana pada praktikum fisika. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, demonstrasi, dan praktik terbimbing perakitan rangkaian sensor berbasis Arduino. Peserta kegiatan berjumlah 40 siswa kelas XI dan XII, dengan durasi pelatihan ±2,5 jam. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu memahami prinsip dasar sensor dan mikrokontroler serta mengikuti proses perakitan rangkaian secara demonstratif. Antusiasme peserta tergolong tinggi karena pembelajaran berbasis teknologi ini masih jarang diperoleh dalam praktikum fisika sekolah. Kendala utama yang ditemukan adalah keterbatasan pengalaman siswa dalam pemrograman, sehingga diperlukan pendampingan bertahap dan dukungan guru dalam implementasi lanjutan. Secara umum, pelatihan perakitan sensor dan Arduino berpotensi menjadi alternatif penguatan praktikum fisika berbasis teknologi sederhana di sekolah, sekaligus meningkatkan literasi teknologi dan keterampilan eksperimen siswa
Copyrights © 2026