Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi miskonsepsi pembelajaran matematika pada materi himpunan dan faktor penyebab miskonsepssi serta strategi meminimalisir miskonsepsi yang terjadi pada siswa ataupun mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian systematic literature review. Langkah pencarian data systematic literature review melalui aplikasi publish or perish 8 di google scholar, semantic scholar, dan scopus. Kriteria inklusi dengan menggunakan kata kunci miskonsepsi pembelajaran matematika pada materi himpunan rentang tahun 2020-2025. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh tiga miskonsepsi yaitu miskonsepsi teoritikal, miskonsepsi klasifikasional, dan miskonsepsi korelasional. Miskonsepsi teoritikal diantaranya miskonsepsi menerjemahkan ataupun menuliskan tanda >, <, ≤, dan ≥. Miskonsepsi dalam membedakan selisih dua himpunan seperti P – Q ≠ Q – P. Miskonsepsi dalam membedakan jenis-jenis bilangan. Miskonsepsi klasifikasional yaitu miskonsepsi dalam membedakan dan menentukan irisan dan gabungan baik dalam bentuk himpunan ataupun diagram venn, miskonsepsi akibat belum memahami himpunan bagian, dan belum memahami komplement. Miskonsepsi korelasional yaitu belum bisa memahami soal delam bentuk cerita. Miskonsepsi yang paling sering terjadi adalah miskonsepsi teoritikal dan miskonsepsi klasifikasional. Faktor penyebab miskonsepsi yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Adapun strategi meminimalisir miskonsepsi dengan menjelaskan konsep yang abstrak secara konkrit dan memotivasi siswa ataupun mahasiswa agar berlatih mengerjakan soal secara konsisten.
Copyrights © 2026