Pendidikan Islam modern merujuk pada pendekatan pendidikan agama Islam yang diselaraskan dengan nilai-nilai dan tuntutan zaman. Pendidikan Islam modern menggabungkan prinsip-prinsip agama Islam dengan metode-metode pendidikan terkini, teknologi informasi, dan tuntutan perkembangan sosial, ekonomi, dan budaya. Dalam perspektif Soekarno, pendidikan Islam mensyaratkan sistem yang inklusif, bukan eksklusif, yang mendorong dialog budaya yang selaras dengan aspirasi dan tuntutan masyarakat. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan perspektif kualitatif. Penelitian yang digunakan meliputi pelaksanaan telaah pustaka. Dokumenter digunakan dalam metode pengumpulan data. Analisis data meliputi penggunaan analisis data deskriptif dan teknik analisis isi. Validitas data bergantung pada triangulasi sumber. Dalam kajian ini, disimpulkan bahwa pandangan Soekarno tentang pendidikan Islam berlandaskan pada dua pilar utama: landasan epistemologis dan landasan sosiologis. Soekarno meyakini bahwa pendidikan Islam berfungsi sebagai sistem inklusif yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Pendidikan Islam berupaya membina hati dan pikiran dengan prinsip-prinsip keimanan dan ketaqwaan sebagai aspek utama pengembangan pribadi dalam pola pikir kultural yang berakar pada spiritual. Pendidikan Islam berkepentingan pada peran penting dalam membentuk norma-norma sosial, karena pendidikan Islam berfungsi sebagai katalisator perubahan positif dalam masyarakat muslim saat ini.
Copyrights © 2025