Penelitian ini mengkaji tantangan kehidupan beragama di tengah perubahan sosial era Society 5.0 di SMA Negeri 02 Kabupaten Sorong. Tujuan penelitian adalah menganalisis peran agama dalam masyarakat digital serta mengidentifikasi tantangan yang muncul akibat disrupsi informasi, era post-truth, digitalisasi, dan kesenjangan generasi dalam lima dimensi kehidupan beragama. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan untuk memahami fenomena berdasarkan literatur terkait Society 5.0 dan sosiologi agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan pola interaksi sosial dan akses informasi yang tidak terverifikasi dapat memengaruhi pemahaman dan praktik keagamaan peserta didik. Digitalisasi memberikan peluang peningkatan literasi keagamaan, tetapi juga membawa risiko pemahaman yang parsial. Penguatan literasi keagamaan yang kritis dan relevan menjadi penting agar nilai-nilai agama dapat diinternalisasi secara baik di tengah perubahan sosial. Kajian ini diharapkan memberi kontribusi bagi pemahaman dinamika kehidupan beragama serta menjadi acuan dalam merespons tantangan keagamaan di era digital.
Copyrights © 2026