Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KUASA HUKUM ADAT ORANG ASLI PAPUA (OAP) TERHADAP PENDATANG DI KOTA SORONG, PAPUA BARAT Latif, Udin; Hermanto, Hermanto; Rusyaid, Rusyaid; Kamaluddin, Husni; Amris, Alda
ABDI KAMI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2023): (Oktober 2023)
Publisher : LPPM Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy Genteng Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69552/abdi_kami.v6i2.1925

Abstract

This community service-based research aims to find out the application of customary law for immigrant communities in Sorong City, identify and find stakeholder efforts towards the application of customary law for immigrant communities in Sorong City. This service-based research was carried out in the city of Sorong, with the type of research assistance using the Participation Action Research (PAR) approach. The assisted object is the Bugis Tribe as one of the Migrant Tribes. The Bugis tribe is one of the tribes in Sorong City which is often the perpetrators and victims of OAP. Owned Resources are KKM Bone Management and the Bone Community in Sorong City. The parties involved in this research were the Research Team, Head of Traditional Actors and Victims, Sorong City Religious Leaders, and Sorong City Community Leaders. The results of this devotion-based research show: First, the application of OAP customary law for immigrant communities in Sorong City is paying fines to victims of OAP in the form of money agreed upon by the traditional leaders of both parties and facilitated and witnessed by the Police. Pay the fine as a form of restriction, protection and self-esteem for OAP. Second, the efforts of stakeholders towards the application of customary law for immigrant communities in Sorong City are carrying out socialization activities for Papuan customary law, workshops on Papuan customary law, and prevention activities.
Membangun Generasi Peserta Didik Berintegritas melalui Kantin Kejujuran Rusyaid, Rusyaid; Ampesi, Dwi Vira
INCARE, International Journal of Educational Resources Vol. 6 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : FKDP (Forum Komunikasi Dosen Peneliti)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59689/incare.v6i1.1213

Abstract

This study discusses the implementation of the Honesty Canteen at SMA Negeri 3 Kota Sorong as a character education strategy to instill values of integrity, honesty, and responsibility among students. The background of the research lies in the low level of honesty in educational environments, which impacts the moral formation of the younger generation. The aim of this research is to describe how the honesty canteen program at the school helps shape students with integrity and to identify the challenges encountered in its implementation. This study uses a qualitative descriptive method with a field research approach, involving in-depth interviews, observations, and documentation, analyzed thematically. The results show that the Honesty Canteen, operated without direct supervision or attendants, serves as an effective medium for training student honesty in daily practical situations. However, challenges such as dishonest behavior and financial losses still frequently occur. The school has undertaken several efforts, including reducing product variety, providing regular counseling, and subsidizing funds to sustain the program. This research provides an important contribution to understanding that fostering honest character requires continuous support from all school elements and family education, and when implemented consistently, it can positively impact the development of students into individuals with strong integrity.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran PAI  Kelas XI Di SMA Negeri 2 Kabupaten Sorong Zamzami, Syaifulloh Alwi; Rusyaid, Rusyaid; Nurhadi, Nurhadi
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 3 No. 1 (2025): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 2 Kabupaten Sorong. Minat belajar yang rendah menjadi permasalahan utama yang ditemukan melalui observasi dan wawancara, ditandai dengan kurangnya partisipasi aktif dan semangat belajar siswa. Faktor-faktor yang memengaruhi minat belajar terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu faktor internal yang meliputi kondisi fisik dan psikologis siswa, serta faktor eksternal yang berasal dari lingkungan keluarga, sekolah, dan sosial. Metode pembelajaran yang monoton dan kurangnya variasi dalam pengajaran juga menjadi penyebab menurunnya minat belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menegaskan peran penting guru, keluarga, dan lingkungan sekolah dalam meningkatkan minat belajar siswa. Rekomendasi disampaikan untuk memperbaiki metode pengajaran dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif guna meningkatkan kualitas pendidikan Pendidikan Agama Islam di sekolah tersebut.
Fungsi Dan Tujuan Pendidikan Dalam Perspektif Hadis Dzakirah, Rahma; Nurlisa Rahmawati, Nurlisa Rahmawati; Rusyaid, Rusyaid
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 3 No. 2 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah fungsi dan tujuan pendidikan Islam dengan fokus pada karakter rasa ingin tahu berdasarkan perspektif HR. Muslim No. 4632. Metode dalam penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dengan menelaah jurnal, buku, dan sumber relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi pendidikan Islam meliputi pembentukan akhlak mulia, pengembangan rasa ingin tahu, penguatan hati nurani, dan pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh. HR. Muslim No. 4632 menegaskan bahwa kebaikan (al-birru) adalah akhlak terpuji, sedangkan dosa (al-itsmu) adalah segala sesuatu yang menimbulkan keraguan di hati. Nilai ini menjadi pedoman untuk membangun karakter rasa ingin tahu yang berlandaskan moralitas dan kehati-hatian. Proses pendidikan yang meliputi tahapan takhalli–tahalli–tajalli memberikan peluang bagi siswa dalam menginternalisasi nilai-nilai kebaikan, sementara guru berperan penting sebagai teladan moral dalam menumbuhkan rasa ingin tahu. Pendidikan Islam yang ideal harus mengintegrasikan pengetahuan, akhlak, spiritualitas, dan nilai sosial untuk membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, kritis, serta bermanfaat bagi individu maupun masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan peran guru, lembaga pendidikan, keluarga, serta penguatan kurikulum berbasis hadis guna mengembangkan karakter dan rasa ingin tahu peserta didik secara berkelanjutan.
Tantangan Kehidupan Beragama di Tengah Perubahan Sosial Era Society 5.0 di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 02 Kabupaten Sorong Wulandary, Fackryanty Dwy; Rusyaid, Rusyaid
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 3 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/ijier.v3i1.557

Abstract

Penelitian ini mengkaji tantangan kehidupan beragama di tengah perubahan sosial era Society 5.0 di SMA Negeri 02 Kabupaten Sorong. Tujuan penelitian adalah menganalisis peran agama dalam masyarakat digital serta mengidentifikasi tantangan yang muncul akibat disrupsi informasi, era post-truth, digitalisasi, dan kesenjangan generasi dalam lima dimensi kehidupan beragama. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan untuk memahami fenomena berdasarkan literatur terkait Society 5.0 dan sosiologi agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan pola interaksi sosial dan akses informasi yang tidak terverifikasi dapat memengaruhi pemahaman dan praktik keagamaan peserta didik. Digitalisasi memberikan peluang peningkatan literasi keagamaan, tetapi juga membawa risiko pemahaman yang parsial. Penguatan literasi keagamaan yang kritis dan relevan menjadi penting agar nilai-nilai agama dapat diinternalisasi secara baik di tengah perubahan sosial. Kajian ini diharapkan memberi kontribusi bagi pemahaman dinamika kehidupan beragama serta menjadi acuan dalam merespons tantangan keagamaan di era digital.