Transformasi teknologi digital telah mengubah secara fundamental cara pengetahuan Islam diproduksi, didistribusikan, dan dikonsumsi. Pergeseran dari sistem keilmuan klasik berbasis sanad dan otoritas ulama menuju ekosistem digital yang ditopang oleh algoritma, viralitas, dan logika platform memunculkan berbagai persoalan epistemik, seperti fragmentasi otoritas keagamaan, disinformasi dan misinformasi keagamaan, komodifikasi dakwah, polarisasi digital, serta melemahnya mekanisme validasi pengetahuan. Artikel ini bertujuan untuk (1) menganalisis karakteristik ekologi pengetahuan Islam di ruang digital, (2) mengidentifikasi faktor-faktor utama yang menyebabkan distorsi validitas pengetahuan keagamaan digital, dan (3) merumuskan model konseptual Islamic Knowledge Ecology (IKE) sebagai kerangka pengelolaan pengetahuan Islam digital yang sistemik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis kepustakaan (library research) dengan pendekatan critical integrative review terhadap literatur akademik yang relevan dengan studi Islam digital, ekologi pengetahuan, dan manajemen pengetahuan. Analisis dilakukan melalui tahapan reduksi data, analisis tematik, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis pengetahuan Islam digital bersifat struktural-ekologis, bukan semata persoalan individu atau teknologi. Sebagai kontribusi utama, penelitian ini menghasilkan Model Konseptual Islamic Knowledge Ecology (IKE) yang terdiri atas lima komponen utama: knowledge input, knowledge process, knowledge flow, knowledge governance, dan knowledge outcome. Model ini menegaskan pentingnya pengelolaan pengetahuan Islam yang terintegrasi, beretika, dan berbasis epistemologi Islam untuk menjaga validitas, otoritas, dan keberlanjutan pengetahuan keagamaan di era digital.
Copyrights © 2025