Pendidikan demokrasi memainkan peran strategis dalam membentuk warga negara yang aktif, kritis, dan partisipatif, namun praktik di sekolah masih didominasi oleh pendekatan kurikuler formal yang berorientasi kognitif. Kesenjangan antara tujuan normatif pendidikan demokrasi dan pengalaman praksis siswa menuntut studi yang menempatkan kegiatan ekstrakurikuler sebagai ruang pembelajaran politik. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pola dan faktor pengintegrasian nilai-nilai demokrasi dalam kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 6 Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai demokrasi terintegrasi melalui praktik organisasi siswa yang partisipatif dan kolektif, namun lebih dominan pada tingkat praktis daripada kesadaran reflektif. Integrasi tersebut dipengaruhi oleh peran guru pembimbing, budaya sekolah partisipatif, dukungan kebijakan sekolah, dan peran aktif siswa. Studi ini menekankan pentingnya penguatan reflektif agar kegiatan ekstrakurikuler berfungsi optimal dalam pembentukan disposisi kewarganegaraan.
Copyrights © 2026