Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal fungsi invers pada siswa yang memiliki kemandirian nilai tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi untuk mengungkap pengalaman subjektif siswa dalam mengambil keputusan, menghadapi keraguan, dan mempertahankan keyakinan selama proses pemecahan masalah matematika. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMK di Purworejo tahun ajaran 2024/2025 yang memiliki kemandirian nilai tinggi. Enam siswa teridentifikasi melalui angket kemandirian nilai, kemudian dipilih dua siswa sebagai subjek utama untuk dianalisis secara mendalam. Data dikumpulkan melalui tes tertulis, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, serta dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian nilai berkontribusi pada kemampuan interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, dan regulasi diri siswa, terutama dalam menjaga konsistensi strategi dan kepercayaan terhadap hasil kerja sendiri. Namun, kemampuan eksplanasi masih lemah karena siswa cenderung menampilkan penyelesaian prosedural tanpa justifikasi matematis yang memadai. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan berpikir kritis perlu diarahkan tidak hanya pada ketepatan jawaban, tetapi juga pada kemampuan menjelaskan dan mempertanggungjawabkan keputusan matematis secara reflektif.
Copyrights © 2026