Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran IPAS materi Cahaya dan Sifatnya di kelas V SDN-4 Menteng yang masih cenderung konvensional, berpusat pada guru, serta ketergantungan pada media cetak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi model Project Based Learning (PjBL) serta mengidentifikasi faktor penghambat dalam upaya meningkatkan keaktifan peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk mengeksplorasi fenomena implementasi PjBL secara mendalam dalam kondisi alamiah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terkait proses pembelajaran IPAS di kelas V. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model PjBL melalui kegiatan percobaan langsung dan pembuatan proyek scrapbook terbukti efektif meningkatkan keaktifan peserta didik, khususnya dalam aspek kerja sama, komunikasi, dan tanggung jawab kelompok. Namun, ditemukan beberapa faktor penghambat, antara lain: 1) Keterbatasan waktu yang menyebabkan tahapan proyek kurang optimal; 2) Perbedaan kemampuan akademik siswa yang memerlukan bimbingan guru secara intensif; 3) Rendahnya kemandirian dan kepercayaan diri siswa dalam mendokumentasikan hasil pengamatan; serta 4) Ketergantungan siswa terhadap arahan guru yang menghambat kemandirian belajar. Secara keseluruhan, model PjBL mampu mengubah dinamika kelas menjadi lebih partisipatif meskipun memerlukan manajemen waktu dan pendampingan yang lebih terstruktur.
Copyrights © 2026