Islam menempatkan ilmu pada kedudukan yang fundamental sebagai sarana untuk mengenal Allah SWT dan memahami keteraturan ciptaan-Nya. Ilmu tidak hanya dipahami sebagai akumulasi informasi, tetapi sebagai cahaya yang membimbing manusia kepada kebenaran dan kemaslahatan. Artikel ini mengkaji sumber ilmu dalam Islam, konsep kebenaran ilmiah menurut perspektif Islam, peran ilmu dalam pembentukan peradaban, serta relevansi nilai-nilai Islam dalam pemanfaatan ilmu pengetahuan di era modern. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis karya-karya klasik dan kontemporer yang membahas epistemologi Islam, kebenaran ilmiah, dan integrasi ilmu dan agama. Hasil kajian menunjukkan bahwa epistemologi Islam bertumpu pada integrasi wahyu, akal, dan pengalaman empiris sehingga kebenaran ilmiah tidak hanya diukur melalui verifikasi rasional-empiris, tetapi juga melalui kesesuaiannya dengan wahyu dan prinsip tauhid. Secara historis, integrasi tersebut melahirkan kemajuan ilmu yang berorientasi pada kemaslahatan dan adab, sedangkan dalam konteks modern nilai-nilai tauhid, amanah, keadilan, dan ihsan sangat relevan untuk mengarahkan pengembangan ilmu dan teknologi agar tidak menimbulkan kerusakan moral, sosial, dan ekologis.
Copyrights © 2026