Edi Amin
Edi Amin (ediamin76@yahoo.com) adalah Dosen IAIN Sulthan Thaha Syaifuddin Jambi

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pemikiran Dakwah Bediuzzaman Said Nursi Edi Amin
Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Kemasyarakatan Vol 22, No 2 (2018): Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Kemasyarakatan
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dakwah.v22i2.12065

Abstract

Tulisan ini membuktikan bahwa pemahaman dan kepatuhan pada nilai-nilai yang terkandung dalam teks panduan, dapat memantapkan suatu gerakan tersebut dalam membangun komunitas. Komunitarianisme global menekankan pentingnya panduan moral, keterbukaan dan partisipasi masyarakat, meskipun nilai-nilai keyakinan satu umat sangat dominan. Said Nursi, mencoba mendialogkan dan menawarkan konsepsi dakwah yang bersumber dari ajaran Islam guna melawan sektarianisme, fanatisme, kediktatoran, penindasan dan menjawab problematika masyarakat modern yang kompleks. Tulisan ini menguatkan teori komunitarian dengan berbasis komunikasi yang telah dibangun oleh Andi Faisal Bakti (2004 dan 2010); Peter Mandaville (2009) tentang gerakan Islam transnasional di Asia Selatan yang bercorak filantropis dan organisasi dakwah; Metin Karabaşoğlu (2003), tentang adanya hubungan antara teks dan komunitas. Disertasi ini menolak pandangan R. J. Ravault (1992) bahwa gerakan keagamaan dan sosial yang bercorak komunitarianisme adalah sektarianisme. Sumber tulisan adalah karya Said Nursi dalam Risale-i Nur yang terbit tahun 2013, buku, jurnal, hasil simposium, hasil musyawarah, dokumentasi, dan seminar.
Communication of Religious Extension Organizations in Developing Religious Moderation in Neglasari District, Tangerang City Sondi Silalahi; Edi Amin; Tantan Hermansah; Muhammad Fanshoby
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 8 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v8i3.1618

Abstract

This study aims to analyze the organizational communication patterns of religious counselors in the Neglasari community in developing religious moderation in Tangerang City and to examine the factors that hinder their communication efforts. The research is grounded in the constructivist paradigm, which holds that observed social realities cannot be generalized. The research adopts a descriptive qualitative approach, utilizing in-depth interviews with religious leaders, the chairman of the Forum for Religious Harmony (FKUB), religious counselors, and community leaders. The findings reveal two main points: first, the organizational communication of religious counselors in the Neglasari community to promote religious moderation is shaped by efforts to maintain interfaith harmony. However, these efforts are often limited to interactions among religious leaders and religious organizations. Second, the barriers to organizational communication among religious counselors in developing religious moderation include a lack of intensive outreach, insufficient government guidance on religious moderation within the community, and, in some cases, community apathy toward government-sponsored activities, which reflects a lack of openness to social engagement.
Hubungan Antara Komunikasi Internasional, Kebijakan Pemerintah, dan Persaingan Produk di Pasar Cipadu Nikmatul Ayesha Putri; Selfi Nofita Sari; Sherly Violeta Fitri; Edi Amin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i2.7284

Abstract

Pasar Cipadu merupakan tempat menjual berbagai macam jenis kain, bahan tekstil, dan aksesoris fashion dengan harga murah. Belakangan ini, angka penjualan bahan kain dan tekstil lokal menurun, sedangkan penjualan produk impor meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab menurunnya angka penjualan produk lokal serta mengetahui sudut pandang penjual dan pembeli mengenai hal tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif naratif, serta teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab penurunan produk lokal adalah harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk impor. Faktpr lain yang menjadi penyebab adalah banyaknya varian dan warna yang ada di produk impor. Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Perdagangan telah melakukan berbagai cara sebagai solusi dari permasalah ini.
Dompet Dhuafa Development Communication in the DD Clinic Program, South Tangerang as a Form of Realizing SDGs Efforts Ahmad Rifqi Arief Maulana; Iza Ma’rifah; Edi Amin; Tantan Hermansah; Muhammad Fanshoby
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 8 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v8i4.1749

Abstract

Dompet Dhuafa is a philanthropic institution whose funding comes from zakat, infaq, and shodaqoh. The donations are made by donors voluntarily. Equitable distribution of health care in efforts to improve SDGs is urgently needed, especially for the poor and isolated areas. The DD Clinic Ciputat Program, South Tangerang is a comprehensive, multidisciplinary service with an approach to improving the quality of life of patients and families facing health problems. This paper states that. As an analysis, this paper uses As an analysis Dompet Dhuafa is a philanthropic institution whose funding comes from zakat, infaq, and shodaqoh as well as the distribution of sacrificial animals. Distribution to areas in need (poor, underdeveloped, remote, disaster-prone, and conflict-prone areas) is divided into three theoretical dichotomies. First, the theory on Development Communication explains that Communication is an important partner in initiatives involving voluntary behavior change. The Islamic concept offered is Amal pious (عمل صالح) which explains sincere actions in carrying out worship or fulfilling religious obligations. Second, the Millennium Development Goals (MDGs), which emphasize the goals and responsibilities of all countries participating in the Millennium Summit, the Islamic concept offered is Ash-shodaqoh (الصَّدَقٰتِ) which is from the word sidq (sidiq) which means "truth". Third, the strategic communication of “Seven Threads” discusses the important aspects of development initiatives in the fields of health, nutrition, agriculture, family planning, education and community economy, while the Islamic concept is Basyiir (بَشِيْر) which means Bringer of good news. The findings are that Dompet Dhuafa is one of the philanthropic institutions. Its funding uses zakat, Infaq, and shodaqoh as well as the distribution of sacrificial animals. Dompet Dhuafa has a DD Clinic Program in Ciputat, South Tangerang, improving health for mustahiq. Distribution to areas in need, isolated areas are underdeveloped areas, remote areas, disaster-prone and conflict-prone.
Tasamuh dalam Komunikasi Antarbudaya Jawa dan Tionghoa pada Proses Khitbah Rizky Faturahman; Edi Amin
Bahasa Indonesia Vol 6 No 2 (2025): J-Kis: Jurnal Komunikasi Islam, Desember 2025
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/j-kis.v6i2.1527

Abstract

Film as a medium of preaching is effective in conveying messages of togetherness, respect for differences, and harmonious life according to Islamic teachings. Bu Tejo Sowan Jakarta is one of the films that depicts diversity and intercultural conflict that occurs in society, especially in the Javanese and Chinese engagement or proposal process. This study aims to examine intercultural communication between Javanese and Chinese cultures and the obstacles that arise in the proposal process in the film. Using a descriptive qualitative approach and the theoretical framework of the Development Model of Intercultural Sensitivity, this study collected data through film observation, in-depth interviews with directors, and cultural observers. Analysis was carried out on scenes in the film that depict intercultural conflict occurring. The results of the study indicate that intercultural communication in this film leads to tolerance through several stages, although obstacles still arise, especially in the context of the proposal. This study confirms that although cultural differences can trigger conflict, through proper communication, harmonious relationships can be created, as seen in this film.
SUMBER ILMU DAN KEBENARAN ILMIAH DALAM ISLAM: RELEVANSINYA DI ERA MODERN Kultsum, Ummi; Jihan Ramaniya; Edi Amin
Cemara Education and Science Vol. 4 No. 1 (2026): Vol IV. Edisi I. Tahun 2026
Publisher : Cendekia Madani Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam menempatkan ilmu pada kedudukan yang fundamental sebagai sarana untuk mengenal Allah SWT dan memahami keteraturan ciptaan-Nya. Ilmu tidak hanya dipahami sebagai akumulasi informasi, tetapi sebagai cahaya yang membimbing manusia kepada kebenaran dan kemaslahatan. Artikel ini mengkaji sumber ilmu dalam Islam, konsep kebenaran ilmiah menurut perspektif Islam, peran ilmu dalam pembentukan peradaban, serta relevansi nilai-nilai Islam dalam pemanfaatan ilmu pengetahuan di era modern. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis karya-karya klasik dan kontemporer yang membahas epistemologi Islam, kebenaran ilmiah, dan integrasi ilmu dan agama. Hasil kajian menunjukkan bahwa epistemologi Islam bertumpu pada integrasi wahyu, akal, dan pengalaman empiris sehingga kebenaran ilmiah tidak hanya diukur melalui verifikasi rasional-empiris, tetapi juga melalui kesesuaiannya dengan wahyu dan prinsip tauhid. Secara historis, integrasi tersebut melahirkan kemajuan ilmu yang berorientasi pada kemaslahatan dan adab, sedangkan dalam konteks modern nilai-nilai tauhid, amanah, keadilan, dan ihsan sangat relevan untuk mengarahkan pengembangan ilmu dan teknologi agar tidak menimbulkan kerusakan moral, sosial, dan ekologis.