Background: Breastfeeding is essential for the healthy growth and development of infants, but it often fails due to a lack of maternal preparation during pregnancy. A common problem is breast engorgement, which has a prevalence of approximately 65-75% among breastfeeding mothers. If left untreated, this condition can lead to complications such as blocked milk ducts, mastitis, and breast abscesses. One local Papuan wisdom to address this problem is the use of green and red betel leaves, which contain compounds such as flavonoids, tannins, and essential oils that have analgesic and anti-inflammatory effects. Purpose: To analyze the efficacy of green and red betel leaves, native to Papua, in reducing breast engorgement in post-cesarean section mothers. Method: A quasi-experimental study with a pretest-posttest control group design. The sample consisted of 20 postpartum mothers experiencing breast engorgement (10 participants in the green betel group and 10 participants in the red betel group) at the Khomba Waliyauw Community Health Center. The intervention consisted of warm betel leaf compresses for 20 minutes twice daily (morning and evening), followed by breast care according to standard operating procedures (SOP). The level of swelling was measured using the Six-Point Swelling Scale (SPES) on days 5, 12, 19, and 26. Results: This study demonstrated a significant effect in reducing breast swelling in both groups (p=0.05). The significance value for the green betel leaf group was 0.007 and for the red betel leaf group 0.004. The effectiveness of red betel leaf compresses was proven to be more effective in reducing swelling than green betel leaf compresses in postpartum women after cesarean section (p-value 0.029 <0.05). The effectiveness of red betel leaf is supported by its higher flavonoid and polyphenol content, which act as antioxidants and pain relievers. By day 26, all participants experienced no swelling, while in the green betel leaf group, the reduction only reached 70%. Conclusion: Both green and red betel leaves are effective in reducing breast engorgement in post-cesarean mothers, but the use of red betel leaves combined with breast care is more effective in reducing breast engorgement than green betel leaves. Suggestion: Health workers can increase education on proper breastfeeding techniques during postpartum visits to prevent early breast engorgement. Keywords: Efficacy; Green Betel Leaves; Papuan Plants; Post-Cesarean Section; Postpartum Mothers; Reducing Breast Engorgement; Red Betel Leaves. Pendahuluan: Proses menyusui merupakan hal penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat, sering kali tidak berjalan dengan baik karena kurangnya persiapan ibu saat hamil. Masalah yang sering muncul, seperti pembengkakan payudara (bendungan ASI) yang memiliki prevelensi sekitar 65-75% dikalangan ibu menyusui. Kondisi ini jika tidak segera ditangani, dapat menyebabkan komplikasi, seperti tersumbatnya saluran air susu, mastitis hingga abses payudara. Salah satu kearifan lokal masyarakat Papua untuk mengatasi hal ini adalah penggunaan daun sirih hijau dan merah yang mengandung senyawa, seperti flavonoid, tanin, dan minyak atsiri yang memiliki efek analgetik dan anti-inflamasi. Tujuan: Untuk menganalisis khasiat daun sirih hijau dan merah sebagai tanaman khas papua dalam penurunan pembengkakan payudara ibu nifas post sc. Metode: Penelitian quasy-experimental dengan rancangan pretest-posttest control group design. Sampel terdiri dari 20 ibu nifas mengalami bendungan ASI (10 partisipan kelompok sirih hijau dan 10 partisipan kelompok sirih merah) di Puskesmas Khomba Waliyauw. Intervensi berupa kompres daun sirih yang telah dihangatkan selama 20 menit sebanyak 2 kali sehari (pagi dan sore) diikuti dengan perawatan payudara sesuai dengan SOP. Tingkat pembengkakan diukur menggunakan Six Point Engirgement Scale (SPES) pada hari ke-5,12,19, dan 26. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan pada dua kelompok dalam menurunkan pembengkakan payudara (p=0.05). Nilai signifikan pada kelompok daun sirih hijau 0.007 dan kelompok daun sirih merah 0.004. Efektivitas kompres daun sirih merah terbukti lebih efektif menurunkan pembengkakan, dibandingkan kompres daun sirih hijau pada ibu nifas pasca operasi SC (p-value 0.029 < 0.05). Efektivitas sirih merah didukung oleh kandungan flavonoid dan polifenol yang lebih tinggi, berperan sebagai antioksidan dan penghilang rasa nyeri. Pada hari ke-26, seluruh partisipan tidak mengalami pembengkakan, sedangkan pada kelompok daun sirih hijau penurunan hanya mencapai 70%. Simpulan: Jenis daun sirih hijau dan daun sirih merah efektif untuk menurunkan pembengkakan pada payudara ibu nifas pasca SC, tetapi penggunaan daun sirih merah yang disertai perawatan payudara lebih efektif menurunkan pembengkakan payudara dibandingkan daun sirih hijau. Saran: Petugas kesehatan dapat meningkatkan edukasi mengenai teknik menyusui yang benar selama kunjungan masa nifas, sehingga dapat mencegah secara dini kejadian bendungan ASI. Kata Kunci: Daun Sirih Hijau; Daun Sirih Merah; Ibu Nifas; Khasiat; Penurunan Pembengkakan Payudara; Post SC; Tanaman Khas Papua.
Copyrights © 2026