Background: Voice disorders are pathological conditions that can manifest as changes in voice quality, pitch discrepancies, loudness, or phonation difficulties that affect effective communication. These disorders are often associated with vocal hyperfunction, which is the excessive and inefficient use of the laryngeal muscles, which can then lead to vocal fatigue, hoarseness, and decreased phonation. Professionals such as radio announcers are at higher risk of developing voice disorders than the general population due to repeated and prolonged increased vocal load without voice control, especially if proper vocal hygiene is not practiced. However, research on methods to address voice problems specific to radio announcers, particularly the yawn-sigh method, has been limited. Purpose: To determine the effectiveness of the yawn-sigh method in addressing voice problems in radio announcers. Method: A quantitative experimental study using a one-group pretest-posttest design with an intervention in the form of yawn-sigh therapy with 12 sessions. The study population was all radio announcers experiencing voice problems in Surakarta. The sampling technique used purposive sampling, resulting in a sample size of 10 participants. The study used the GRBAS questionnaire to measure voice problems before and after the intervention. The analysis used univariate and bivariate Wilcoxon tests to determine comparative hypotheses before and after the intervention with a significance level of α = 0.05. Results: A total of 10 participants, most of whom were radio announcers who experienced voice problems at the age of 20-24 years and 6 (60%) were male participants. Voice problems in radio announcers before the intervention were obtained in 9 participants (90%) in the moderate category and 1 participant (10%) in the severe category. While voice problems in radio announcers after the intervention were carried out, 10 participants (100%) were in the mild category. The Wilcoxon statistical test that was carried out after and before the intervention using the yawning method obtained p = 0.005 (<0.05), so that Hₐ (alternative hypothesis) was accepted. Conclusion: The intervention using the yawn sigh method was effective in reducing voice problems among radio announcers. Keywords: Radio Announcers; Voice Problems; Yawn Sigh. Pendahuluan: Gangguan suara merupakan kondisi patologis yang dapat muncul sebagai perubahan kualitas suara, ketidaksesuaian pitch, kenyaringan, atau kesulitan fonasi yang memengaruhi efektivitas komunikasi. Gangguan ini sering berkaitan dengan hiperfungsi vokal, yakni penggunaan otot laring secara berlebihan dan tidak efisien, yang kemudian dapat menimbulkan kelelahan vokal, suara serak, dan penurunan kualitas fonasi. Profesional seperti penyiar radio memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan suara dibandingkan populasi umum karena peningkatan beban vokal yang berulang dan berkepanjangan tanpa pengontrolan suara, terutama bila higiene vokal tidak dilakukan secara tepat. Namun, penelitian mengenai metode untuk mengatasi permasalahan suara khusus pada penyiar radio belum banyak dilakukan, terutama metode yawn sigh. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas metode yawn sigh dalam mengatasi permasalahan suara pada penyiar radio. Metode: Penelitian kuantitatif eksperimen one group pretest-posttest design dengan intervensi berupa terapi metode yawn sigh dengan 12x pertemuan. Populasi penelitian adalah seluruh penyiar radio yang mengalami permasalahan suara di Surakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sehingga besar sampel yang digunakan sebanyak 10 partisipan. Penelitian menggunakan kuesioner GRBAS sebagai alat ukur permasalahan suara sebelum dan sesudah intervensi. Analisis yang digunakan yaitu univariat dan bivariat uji Wilcoxon untuk mengetahui hipotesis komparatif sebelum dan sesudah intervensi dengan tingkat signifikansi α = 0.05 Hasil: Sebanyak 10 partisipan, mayoritas penyiar radio yang mengalami permasalahan suara pada berusia 20-24 tahun dan berjenis kelamin laki-laki sebanyak 6 (60%) partisipan. Permasalahan suara pada penyiar radio sebelum dilakukan intervensi diperoleh 9 partisipan (90%) berada pada kategori sedang dan 1 partisipan (10%) berada pada kategori berat. Sedangkan permasalahan suara pada penyiar radio sesudah dilakukan intervensi, diperoleh 10 partisipan (100%) berada pada kategori ringan. Uji statistik Wilcoxon yang telah dilakukan sesudah dan sebelum intervensi menggunakan metode yawn sigh didapatkan p = 0.005 (< 0.05), sehingga Hₐ (hipotesis alternatif) diterima. Simpulan: Intervensi menggunakan metode yawn sigh efektif dalam mengurangi permasalahan suara pada penyiar radio. Kata Kunci: Penyiar Radio; Permasalahan Suara; Yawn Sigh.
Copyrights © 2026