Program pengabdian ini dilaksanakan untuk memberdayakan guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMP yang tergabung dalam Musyawarah Guru BK (MGBK) Kota Bengkulu. Kegiatan ini diikuti oleh 57 guru BK dan dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu. Latar belakang kegiatan ini adalah tingginya rasio siswa per guru BK, terbatasnya penggunaan pendekatan kreatif dalam layanan, serta minimnya pelatihan terkait Creative Arts Counseling (CAC) di kalangan guru BK. Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru BK dalam merancang serta melaksanakan layanan berbasis seni sehingga mampu meningkatkan profesionalisme mereka dalam praktik konseling. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi program kepada MGBK, pelatihan teknik konseling berbasis seni, pendampingan implementasi di sekolah, dan evaluasi hasil program. Penilaian kompetensi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test berupa angket terstruktur untuk mengukur pemahaman konsep CAC, serta rubrik penilaian kinerja untuk mengukur keterampilan guru BK dalam merancang aktivitas kreatif. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada indikator kompetensi, yaitu pemahaman konsep CAC meningkat dari rata-rata skor 65 menjadi 85, dan keterampilan merancang aktivitas kreatif meningkat dari skor 60 menjadi 82 setelah pelatihan. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan modul layanan BK berbasis seni dan toolkit aktivitas kreatif yang siap digunakan di sekolah. Kendala yang dihadapi seperti keterbatasan sarana seni diatasi melalui pemanfaatan media sederhana dan aplikasi digital. Temuan ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis seni dapat menjadi strategi inovatif dan efektif dalam meningkatkan kompetensi profesional guru BK di sekolah
Copyrights © 2026