Stunting masih merupakan permasalahan gizi yang signifikan pada kelompok balita di Kabupaten Banyumas, yang antara lain dipengaruhi oleh rendahnya nafsu makan anak serta keterbatasan kapasitas kader kesehatan dalam melaksanakan intervensi promotif. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader tanggap gizi melalui pelatihan pijat komplementer sebagai bentuk intervensi nonfarmakologis dalam menstimulasi nafsu makan anak. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung, yang disertai dengan pengukuran tingkat pengetahuan dan keterampilan kader sebelum dan sesudah pelatihan. Kegiatan ini diikuti oleh 81 kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Sokaraja I. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan yang bermakna pada nilai rata-rata pengetahuan kader, dari 46,55 menjadi 78,28, serta peningkatan keterampilan dari 59,97 menjadi 84,34. Pelatihan yang menerapkan pendekatan demonstrasi dan praktik langsung terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi kader dalam mengaplikasikan pijat komplementer secara tepat dan aman. Dengan demikian, penguatan kapasitas kader melalui pelatihan pijat komplementer berbasis bukti dalam kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi kader, tetapi juga berdampak pada optimalisasi praktik promotif dan preventif gizi anak di masyarakat, sehingga berpotensi mendukung pencegahan stunting.
Copyrights © 2026