Pengembangan desa wisata membutuhkan dukungan ekonomi kreatif yang bersumber dari potensi lokal agar mampu, memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Desa Banjarrejo, di Kabupaten Lampung Timur, memiliki kekayaan kuliner tradisional, seperti dodol dan sambal yang berpotensi dikembangkan menjadi produk unggulan khas desa wisata. Namun, masyarakat masih menghadapi berbagai kendala, terutama keterbatasan keterampilan dalam proses produksi, pengemasan, dan pemasaran produk. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan pembuatan dodol dan sambal kemasan yang memiliki nilai jual dan daya saing. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi potensi desa, pelatihan teknis produksi dan pengemasan, pendampingan usaha serta evaluasi capaian program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kualitas dan kuantitas produk, terbentuknya kelompok usaha kreatif, serta meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kemasan dan identifikasi merek. Program ini memberikan kontribusi positif dalam mendukung pengembangan Desa Banjarrejo sebagai desa wisata berbasis ekonomi kreatif yang berkelanjutan
Copyrights © 2026