Fokus kajian penelitian ini adalah penggunaan media video pembelajaran sebagai wahana pengembangan kapasitas menyimak bagi anak usia dini, disertai pemetaan kendala maupun solusi yang ditemukan selama pembelajaran berlangsung. Metode yang diterapkan berupa pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengikutsertakan 16 anak dari kelompok B berumur 5–6 tahun. Dalam penelitian ini, observasi partisipan, wawancara, dan dokumentasi merupakan bagian dari proses pengumpulan data, sementara keabsahan data diperkuat melalui penerapan triangulasi sumber serta metode. Hasil kajian membuktikan penerapan media video pembelajaran melalui fase persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut berpengaruh positif terhadap perkembangan kemampuan menyimak anak pada aspek mendengar, memperhatikan, memahami, dan menanggapi. Anak dengan kemampuan menyimak tinggi menunjukkan perkembangan yang stabil, anak dengan kemampuan sedang mengalami peningkatan secara bertahap, sementara anak dengan kemampuan rendah membutuhkan pendampingan yang lebih intensif. Adapun kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan rentang konsentrasi anak serta perbedaan kemampuan individu. Strategi penanganan kendala dilakukan melalui penggunaan video berdurasi pendek disertai pendampingan guru yang berlangsung secara terus-menerus. Dengan penelitian ini diharapkan lahir kontribusi empiris untuk pengembangan pendekatan pembelajaran berbasis media video yang efektif guna mengembangkan kemampuan menyimak anak usia dini.
Copyrights © 2026