ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan komunikatif guru dalam mengonstruksi interaksi sosial siswa kelas IV di Sekolah Dasar Katolik (SDK) Timung, Manggarai, Flores. Fenomena rendahnya interaksi sosial siswa, yang terefleksi melalui rendahnya partisipasi kelas, minimnya atensi terhadap instruksi guru, serta hambatan psikososial seperti kecemasan berkomunikasi dan rendahnya efikasi diri, menjadi latar belakang krusial penelitian ini. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dihimpun melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap guru, kepala sekolah, serta siswa. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penguasaan kompetensi komunikasi verbal dan nonverbal guru secara integral berperan signifikan sebagai katalisator interaksi sosial siswa. Penggunaan diksi yang santun, kejelasan artikulasi, serta dukungan aspek nonverbal seperti kontak mata dan intonasi persuasif terbukti mampu menciptakan iklim pembelajaran yang inklusif. Dampak positif yang dihasilkan mencakup peningkatan keberanian berpendapat, penguatan kolaborasi kelompok, serta tumbuhnya empati sosial antar-siswa di lingkungan kelas.
Copyrights © 2026