Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemaafan dan harga diri pada siswa SMA di Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian berjumlah 373 siswa yang diukur menggunakan Skala Pemaafan dan Skala Harga Diri. Analisis data dilakukan dengan teknik korelasi Product Moment Pearson menggunakan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemaafan siswa berada pada kategori sedang, sedangkan tingkat harga diri berada pada kategori tinggi. Uji korelasi menghasilkan nilai r = -0,216 dengan p = 0,000 (p < 0,01) yang menunjukkan adanya hubungan negatif dan signifikan antara pemaafan dan harga diri. Artinya, semakin tinggi tingkat pemaafan siswa, maka cenderung semakin rendah tingkat harga dirinya, dan sebaliknya. Temuan ini menegaskan pentingnya peran layanan bimbingan dan konseling dalam membantu siswa memahami bahwa memaafkan bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan psikologis yang mendukung perkembangan emosi dan hubungan sosial yang positif.
Copyrights © 2026