Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode pretend play terhadap perkembangan motorik anak usia 5–6 tahun, serta mengkaji peran guru dalam meningkatkan kemampuan motorik anak melalui kegiatan bermain peran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui reduksi informatif. Subjek penelitian adalah enam guru RA Ath Thaharah di Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan validasi data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pretend play memberikan dampak yang terlihat nyata terhadap perkembangan motorik anak. Aktivitas seperti berlari, menata benda, menulis, dan menirukan peran mampu merangsang koordinasi gerak, keseimbangan, serta ketangkasan anak. Kreativitas dalam bermain peran juga berkorelasi positif dengan perkembangan motorik. Temuan ini menegaskan bahwa pretend play adalah strategi pembelajaran yang efektif, menyenangkan, dan relevan bagi pendidikan anak usia dini, sehingga perlu diintegrasikan secara rutin dalam pembelajaran tematik di PAUD
Copyrights © 2026