Tingginya tingkat penggunaan gawai memicu terjadinya perilaku phubbing di dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi remaja yang masih mencari identitas dirinya. Identitas diri dibentuk berdasarkan lingkungan sosial sehingga individu tersebut perlu memahami perannya melalui interaksi. Namun, proses interaksi ini sulit memiliki kualitas yang baik apabila seorang individu lebih berfokus kepada gawai. Penelitian ini menganalisis tentang dimensi dari phubbing, yakni nomophobia, konflik interpersonal, isolasi diri, dan pengakuan masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran dimensi phubbing pada remaja dengan menganalisis setiap dimensi phubbing. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan bantuan SPSS. Adapun pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Subjek pada penelitian ini adalah remaja kelas VIII yang bersekolah di SMP Negeri 2 Jakarta dengan jumlah 86 peserta didik. Hasil analisis menjelaskan bahwa phubbing pada remaja kelas VIII di SMP Negeri 2 Jakarta mayoritas berdistribusi sedang dengan kecenderungan yang rendah.
Copyrights © 2026